Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Arca Kertarajasa Jayawardhana (Museum Nasional, Jakarta) adalah arca pendarmaan Nararya Sanggramawijaya alias Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Dewi Sri, Museum Sonobudoyo, Yogyakarta

 

Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


anak_welcome.jpg

SELAMAT DATANG!

Bus dari Yogyakarta menuju Surabaya akan melalui Jombang, Mojoagung, dan sebuah kecamatan kecil tetapi memiliki sejarah besar yakni Trowulan. Pernah berdiri di sana ibukota Kerajaan Majapahit (abad XIII-XVI). Diperlukan beberapa jam berkendaraan dari Yogyakarta untuk mencapai Trowulan. Namun hanya sekitar setengah kilometer dari Kawasan Titik Nol Yogyakarta, kita akan menemukan museum mungil yang memiliki koleksi mainan anak dari zaman Majapahit.

Museum Mainan Anak Kolong Tangga berlokasi di Taman Budaya memiliki koleksi mainan anak Majapahit berupa gajah, celeng, kuda, dan The Queen of Fruits yakni si manggis yang hatinya putih. Celeng atau babi hutan terutama spesial karena konon tabungan masa Majapahit berbentuk celeng maka sekarang kita menyebut tabungan sebagai celengen.

 

anak_interior.jpg

MUSEUM KOLONG TANGGA

Koleksi museum yang menggemparkan bagiku adalah potok lele (gatrik atau bentik) karena mainan sederhana yang hanya terdiri dari sepasang kayu panjang dan pendek adalah mainan favoritku (#1) semasa kecil. Aku tak mengira akan melihatnya lagi. Terima kasih Kolong Tangga! Terutama telah mengingatkan bahwa kegembiraan itu murah. Manusia memang Homo ludens kok, sehingga dengan mudah kegembiraan akan kita dapatkan dalam bermacam-macam permainan.

Siapa yang kesuntukan atau merasa hidup terlalu menjadi beban, coba deh bermain potok lele atau frisbee. Pasti kita akan menemukan bahwa tertawa lepas itu begitu mudah. Semoga juga akan menemukan didalam kemampuan melepaskan tawa terdapat kemampuan menahan beban hidup. Bisa jadi malahan kemampuan itu lebih besar dari yang kita kira loh.

anak_sepeda_kayu.jpg

SEPEDA KAYU

Sebuah sepeda kayu di beranda langsung membawa memori kembali ke masa-masa masih di bangku sekolah dasar. Setelah beberapa waktu belajar naik sepeda, suatu sore ngepit boncengi adikku. Eh! Kok ya menabrak anak kecil.
Alamak!

Saat aku di museum, Puji dan adiknya Manto sedang bermain-main di beranda museum. Nih anak-anak jago loh bermain dakon. Biji dakon dari sawo kecik. Memang buah sawonya kecil tapi bijinya gede. Ah! Jangan dibandingkan biji durian setidaknya untuk buah semungil sawo kecik ukuran bijinya yang segitu-segitu itu sudah kelas tersendiri.

Di beranda masih ada hulahop. Ayo uji nyali. Paling ditertawai saja kok ketika hulahopnya melorot. Mainnya hulahop kecil ternyata lebih sulit ya.

Yes...fun banget...

 

anak_mobil.jpg

KOLEKSI MOBIL

Begitu saja ternyata setengah tahun telah berlalu. Akhir Mei (2010) ketika kembali ke Jogja main lagi ke Kolong Tangga (kali ini tak dapat stiker lagi) bersama pasukan besar. Keponakan-keponakan semua diboyong, termasuk yang umurnya baru setahun juga dibawa tapi mamanya yang gendong.

Big surprise! Koleksinya sudah dirotasi. Sangat menyenangkan menikmati suasana baru.

anak_sri_lanka.jpg

KOLEKSI SRI LANKA

Koleksi sekarang terdiri dari mainan anak-anak mancanegara. Coba lihat mainan dari Sri Lanka. Seruling dari pelepah serta daun pisang kering. Ini kan yang rekannya di negeri kita adalah puput, si seruling batang padi yang diceritakan Ahmad Tohari dalam Ronggeng Dukuh Paruk.

...adalah kesemringahan yang khas ketika anak-anak perempuan dukuh paruk pergi ke sawah mengambil batang padi yang bernas lalu membuat puput. Seruling batang padi yang diberi sistem megafon dari daun kelapa...ketika gadis-gadis lain sudah berkenalan dengan permainan buatan pabrik, perawan-perawan kecil dukuh paruk tetap akrab dengan ilo-ilo gontho, puput. Mereka tahu suara yang terbaik dihasilkan oleh batang padi wulung. Mereka juga tahu bila menginginkan suara yang lebih nyaring maka puput harus direndam sebentar di dalam air, dan bila ditiup menentang arus angin, suara puput jadi muncul-tenggelam seperti bulan hilang-tampak di balik awan.

Koleksi Sri Lanka lainnya adalah gasing dari biji karet dan biji ubi kayu raksasa.
Oo ya. Lagi di Lembah Harau (Sumatera Barat) aku melihat banyak buah resak ceceran di tepi jalan. Ternyata bisa digunakan untuk bermain gasing. Penduduk setempatnya menyebutnya pening-pening.

 

anak_timah.jpg

KOLEKSI PRAJURIT ANTIK DARI TIMAH

Kali ini ke Kolong Tangga agak buru-buru. Jadi kebanyakan koleksi hanya aku lihat sekilas-sekilas. Tapi koleksi prajurit antik terbuat dari timah sangat menawan.

 

anak_samkok.jpg

BUKU CERITA SAMKOK

Aha! Buku cerita Samkok dicetak di Batavia pada tahun 1912. Dari Samkok (Tiga Negara) banyak pelajaran beharga bisa dipetik. Diantaranya Perdana Menteri Zhuge Liang mempertahankan benteng kota dari serangan pasukan Kerajaan Wei dipimpin Sima Yi. Sementara Sima Yi meludruk dengan pasukan besar, Zhuge Liang hanya memiliki beberapa orang prajurit dan warga sipil untuk mempertahankan diri. Namun melancarkan (strategi yang kelak dikenal sebagai) Strategi Benteng Kosong, Zhuge Liang berhasil membuat Sima Yi menarik pasukannya sendiri. Aku rasa memang seni tersendiri bisa memukul mundur musuh tanpa menimbulkan korban.

Nah ini satu lagi yang sempat membuatku nyaris bertepuk tangan. Tiruan batik Van Zuylen dari Pekalongan (1920-1930) melukiskan serigala dan kerudung merah.

Once upon a time...

Ah!

Selamat mengunjungi Museum Mainan Anak Kolong Tangga, mengenal mainan anak Nusantara dan mancanegara, menikmati nostalgia, dan membawa pengalaman tak terlupakan dari Yogyakarta.

 

 

Tanggal Terbit: 06-05-2009

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.