Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Museum Negeri Sonobudoyo, Yogyakarta, memiliki koleksi genta pemanggil dewa.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta

 

Museum Kebangkitan Nasional

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


MKN_Museum.jpg

MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL, JAKARTA

LATAR BELAKANG
Museum Kebangkitan Nasional merupakan museum sejarah. Koleksinya berkaitan dengan benda-benda bersejarah yang ada kaitannya dengan sejarah kebangkitan nasional.

Museum ini berada di dalam kompleks Gedung Kebangkitan Nasional, yakni salah satu diantaranya gedung-gedung bersejarah di DKI Jakarta yang dilindungi oleh Undang-undang RI No.5, Tahun 1992 tentang "Benda Cagar Budaya".

Gedung Kebangkitan Nasional (Ex-Stovia) mulai dibangun sejak tahun 1899 dan baru selesai tahun 1901. Kemudian pada bulan Maret tahun 1902 diresmikan pemakaiannya untuk STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), yakni Sekoleh Kedokteran untuk orang-orang bumiputera yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Para pelajar STOVIA diharuskan tinggal di asrama di gedung itu juga, sampai selesai sekolahnya. Lama pendidikan untuk persiapan 2-3 tahun, kemudian belajar bagian kedokteran 5-6 tahun. Pelajar yang diterima masuk STOVIA adalah para siswa lulusan Europeesche Lagere School (ELS) atau sederajat.

Pada tahun 1920 pendidikan STOVIA pindah ke gedung baru, yaitu di Jl. Salemba no.6, karena gedung lama tidak memadai lagi untuk pendidikan kedokteran, tetapi asramanya tetap menggunakan gedung lama.

Kepindahan pendidikan STOVIA tidak sekaligus, melainkan secara bertahap. Pada tahun 1925 Gedung STOVIA digunakan untuk pendidikan MULO (setingkat SMP), AMS (setingkat SMA), dan Sekolah Asisten Apoteker sampai tahun 1942. Pada masa Jepang (1942-1945). gedung ini digunakan untuk tempat penampungan bekas tentara Belanda (sebagai tawanan perang). Setelah Indonesia merdeka, dari tahun 1945-1973, gedung ini ditempati oleh masyarakat Ambon.

Mengingat Gedung Ex-STOVIA itu merupakan gedung bersejarah, karena pada tanggal 20 Mei 1908 sebagai tempat lahir organisasi pergerakan nasional pertama yaitu Budi Utomo, maka pada April 1973 Pemerintah DKI Jakarta melakukan pemugaran gedung tersebut.

Seluruh penghuninya dipindahkan secara baik dan setelah seleasi pemugaran, gedung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 Mei 1974 dengan nama "Gedung Kebangkitan Nasional".

 

PERISTIWA BERSEJARAH DI GEDUNG KEBANGKITAN NASIONAL

  1. Akhir tahun 1907: Terjadi pertemuan antara dr. Wahidin Soedirohoesodo dengan R. Soetomo dan M. Soeradji.
  2. 20 Mei 1908: Perkumpulan Budi Utomo didirikan oleh para pelajar STOVIA dibawah pimpinan R. Soetomo.
  3. 7 Maret 1915: Berdirinya 'Tri Koro Dharmo' yang kemudian pada tahun 1917 berubah nama menjadi 'Jong Java'.
  4. Tahun 1918: Berdiri 'Jong Ambon' dan 'Jong Minahasa'.
  5. 6 April 1973: Gedung Ex-STOVIA mulai dipugar oleh Pemda DKI Jakarta.
  6. 20 Mei 1974: Pemugaran selesai dan diresmikan oleh Presiden Soeharto menjadi 'Gedung Kebangkitan Nasional'.
  7. 27 September 1982: Pengelolaan gedung dialihkan dari Pemda DKI Jakarta ke pemerintah pusat (dalam hal ini Depdikbud).
  8. 12 Desember 1983: Penetapan Gedung Kebangkitan Nasional (Ex-STOVIA) sebagai cagar budaya.
  9. 7 Februari 1984: Dikeluarkan SK Mendikbud No. 030/0/1984 tentang penyelenggaraan sebuah museum di dalam Gedung Kebangkitan Nasional, dengan nama 'Museum Kebangkitan Nasional'.
  10. September 1992: Seluruh perkantoran swasta dipindahkan karena digunakan untuk pengembangan museum.
  11. 13 Desember 2001: Museum Kebangkitan Nasional bertanggung jawab kepada Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata.

 

RUANG PAMER MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL
Koleksi Museum Kebangkitan Nasional meliputi benda-benda bersejarah dalam bentuk foto, replika, lukisan, patung, diorama, maket, dan peralatan perang yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa.

Ada pun sistematika penataan benda-benda koleksi tersebut disusun menurut periodisasi sejarah perjuangan sebagai berikut:
1. Ruang Pengenalan
2. Ruang Sebelum Pergerakan Nasional
3. Ruang Awal Kesadaran Nasional
4. Ruang Pergerakan Nasional

Sumber: Brosur 'Museum Kebangkitan Nasional'

 

ALAMAT:
MUSEUM KEBANGKITAN NASIONAL

Jl. Dr. Abdulrahman Saleh No.26
Jakarta Pusat

Telp. 021 - 384 7975
Fax. 021 - 384 7975

http://www.museumkebangkitannasional.go.id

JAM KUNJUNGAN:
Selasa-Kamis 08.30 - 15.00
Jumat 08.30 - 11.30
Sabtu-Minggu 08.30 - 14.00
Senin dan hari besar: tutup

TIKET
Dewasa Rp 2000
Anak-anak: Rp 1000

 

 

 

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.