Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Dayung Berdiri adalah lomba perahu yang dilakukan oleh beberapa orang dalam satu perahu dikayuh dengan berdiri. Lomba perahu seperti ini telah dilakukan oleh Suku Asmat sejak dahulu (Galeri Diorama, Museum Olahraga, TMII, Jakarta).

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Ronggowarsito, Semarang

 

Museum Mainan Anak Kolong Tangga

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


anak_museum.jpg

MUSEUM MAINAN ANAK KOLONG TANGGA

Museum, seperti buku dan hidup. Pengunjung dapat menimba darinya pengetahuan sekaligus nilai-nilai kehidupan. Kehadiran Museum Mainan Anak Kolong Tangga katakan bahwa dua hal ini benar. Tidak hanya koleksi yang dimilikinya dapat memperluas cakrawala pengetahuan pengunjung. Sekaligus kehadirannya menandai bahwa spirit kepedulian dan kegembiraan membagi masih ada di tengah-tengah kita. Sukacita membagikan apa yang dimiliki serta bermanfaat bagi orang lain. Peduli bahwa ada sesuatu yang sedang tergerus padahal tidak semestinya begitu.

"Traditional games have scientific and educational values, and moral messages which to this day have been recognized by European people. But how sad that in the past 10 years one plaything has been lost every year."

Rudi Corens: Putting the traditional back in games
The Jakarta Post, 04-08-2008

Permulaannya adalah Rudi Corens, artis kebangsaan Belgia yang telah menetap di Jogja sejak 1991, menggagas museum mainan anak. Sekaligus menyumbangkan seluruh koleksi pribadinya yang berjumlah lebih dari 900 item. Bekerjasama dengan Dyan Anggraini, Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Museum Kolong Tangga resmi dibuka sejak 2 Februari 2008.

 

anak_majapahit.jpg

KOLEKSI MAINAN ANAK MAJAPAHIT

Koleksi museum meliputi mainan anak dari era Majapahit sehingga secara tidak langsung juga mendudukkannya sebagai pusat konservasi. Berbagai mainan anak tradisional dari berbagai daerah di Nusantara maupun mancanegara disajikan di sini.

Selain aspek pameran, museum aktif melakukan workshop (story telling, kerajinan tangan, dan lain-lain) serta program The Museum Comes to Visit You ditujukan untuk mengunjungi pasien anak di rumah sakit.

Kegiatan-kegiatan digelar pada akhir pekan membuat museum dipadati anak-anak. Sungguh menyenangkan menemukan di tengah serangan game elektronik, menyembul sebuah oase menawarkan tempat bagi anak-anak untuk menikmati dunia permainan yang aktif sembari mendalami kekayaan warisan budaya bangsa mereka sendiri; serta mengenal pula kekayaan permainan tradisional bangsa-bangsa di dunia.

Semoga akan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya.

 

Alamat:
MUSEUM MAINAN ANAK KOLONG TANGGA
Taman Budaya
Jl.Sriwedani no.1
Yogyakarta 55122
Telp. 0274-523512

Jam Kunjungan:
Selasa-Jumat 09.00-13.00
Sabtu-Minggu 09.00-16.00

Tiket:
Dewasa dan orang tua Rp 2.500
Gratis untuk anak di bawah usia 15 tahun

Lokasi:
Bus kota Jalur 4, Jalur 9, Jalur 16, turun di Taman Pintar
Bus Trans Jogja turun di Halte Kantor Pos Besar (Jl.Senopati)

Untuk info rute Trans Jogja dan bus kota silakan mengakses: http://transjogja.net/

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.