Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Kebun binatang dan kebun raya juga dikategorikan museum, yakni living museum.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum R.A. Kartini, Jepara

 

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


karma_museum_dpn.jpg

MUSEUM KARMAWIBHANGGA

Aha! Akhirnya ketemu spot bebas hiruk-pikuk di kompleks Candi Borobudur yaitu halaman belakang Museum Karmawibhangga. Hamparan rumput hijau, beringin tua, dan kursi panjang melengkapi suasana.

Apalagi tampak dari sini Candi Borobudur dengan latar belakang Pegunungan Menoreh yang monumental. Damai sangat terasa bagai waktu pun telah luruh di sini. Saat matahari beranjak tinggi tabuhan gamelan terdengar dari Pendapa Wirya Paramita (sekarang gamelan ditempatkan di Pendapa Kshanti Paramita). Ditemani angin sepoi sungguh serasa kembali ke Jawa di suatu masa yang serba pas seperti secangkir teh manis, panas, dan kental.

 

karma_museum.jpg

HALAMAN BELAKANG MUSEUM

 

April kemarin ke Yogyakarta (2010), aku menemukan diriku masih duduk di bawah pohon beringin tua. Menikmati deretan pohon cempaka yang berbatasan dengan pagar museum. Kembangnya dinobatkan Amir Hamzah sebagai 'tempat cinta duduk bersemayam'. Hampir pukul sepuluh ketika terdengar paduan kicau burung, serangga, dan desir. Langit biru cerah. Aku hampir jatuh tertidur jika saja bondol jawa yang hinggap di akar gantung beringin tidak mengusikku dusin.

Naah! Di luar halaman Pak Kromo sedang memanjat kelapa untuk mengambil nira yang sudah disadap. Meski berusia 80-an tahun tapi Pak Kromo masih lincah menaklukkan pohon kelapa yang menjulang. Turun dari pohon sebatang lodong bambu menjuntai di pinggangnya. Nira ini untuk diolah menjadi gula merah.

 

tempat cinta duduk bersemayam

karma_walikukun.jpg

DAUN-DAUN WALIKUKUN

Kompleks Museum Karmawibhangga terdiri dari Pendapa Kshanti Paramita, Ruang Arkeologi, Pendapa Wirya Paramita, Ruang Foto Karmawibhangga, Ruang Penemuan Arkeologi, dan Air Mancur Tejo Warno.

Ruang Foto Karmawibhangga menampilkan reproduksi foto 160 panel relief di kaki Candi Borobudur karya Kassian Chepas (1890). Relief-relief ini ditutup sejak masa pembangunan candi. Meski tidak dapat dipastikan alasan penutupan tetapi diduga untuk memperkuat atau menstabilkan candi. Pada saat Chepas melakukan pemotretan, penutup dibuka dan kemudian dipasang kembali.

Relief-relief Karmawibhangga antara lain melukiskan suasana surga, neraka, keluarga bangsawan, pendeta/pertapa/resi, membabarkan/membicarakan darma/pustaka, memberi nasehat, hingga suasana kebun. Jika dicari pasti kita akan menemukan sesuatu yang menarik menurut minat masing-masing. Coba deh. Kalau aku, berhasil menemukan kendi (14), pohon bodhi (106), wadah kerang (150).

 

karma_pertemuan.jpg

PERTEMUAN DI JALAN

Satu dari 160 foto panel relief di Ruang Foto Karmawibhangga adalah Pertemuan di Jalan (panel 62). Hidup adalah jalan, di sana orang-orang papasan. Bertemu untuk kemudian menjadi sahabat, keluarga, maupun tetap asing. Indah jika kita mau saling belajar, saling membantu, menghormati daripada gontok-gontokan, jorjoran.

Hidup mesti memiliki mutu dan mutu hidup adalah batin yang kian sabar, kian memiliki gembira. Mengasah batin (caraku menyebut beragama) bermula dari membiasakan diri mengulurkan tangan untuk meringankan beban orang-orang yang kita temui di jalan hidup. Manusia bukan malaikat tapi kita bisa menjadi lebih baik untuk hari ini.

...

Helai-helai daun walikukun memenuhi jalan setapak yang menghubungkan Pendapa Khsanti Paramita - Ruang Arkeologi - Pendapa Wirya Paramita. Indah dalam gugurnya. Tahukah kita sebab dia telah selesaikan darmanya di dunia dengan sempurna. Sempurna bukan karena tanpa cela. Sempurna sebab dia mau terus berusaha. Bukan untuk menjadi malaikat melainkan hanya nuraninya yang jelma.

 

 

Tanggal Terbit: 03-01-2010

 

 
  Copyright © 2009-2020 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.