Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Mainan anak dapat terbuat dari bambu, pelepah pisang, tempurung kelapa, pelepah daun singkong, kayu, dll. Sumber: Museum Etnobotani Indonesia, Bogor

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Joglo Ciptowening, Imogiri

 

Museum Gedong Arca

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


arkeo_sarko1.jpg

SARKOFAGUS

Tak banyak wisatawan yang menyadari jika Bali adalah lima besar provinsi di Indonesia yang paling banyak memiliki museum. Bermacam-macam museum ada di Pulau Dewata antara lain museum provinsi, museum etnografi, museum arkeologi, museum tokoh, museum seni dan lukisan, museum lontar, museum kartun, museum subak, museum marketing, museum zoologi, dan lain-lain.

Dalam kategori arkeologi terdapat Museum Arkeologi dan Museum Manusia Purba (Gilimanuk, Kabupaten Jembrana).

Museum Arkeologi lebih dikenal sebagai Gedong Arca terletak di Desa Pejeng, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Bangunan museum sangat artistik. Bali banget pendek kata. Lengkap dengan asri pohon-pohon, tetumbuhan hijau, kolam teratai, dan anggrek. Benar-benar museum yang tahu mendandani dirinya dengan cantik sehingga sulit untuk tidak seketika jatuh cinta kepadanya.

Selain museum di Jalan Raya Pejeng masih terdapat Pura Kebo Edan, Pura Pusering Jagat, Pura Penataran Sasih. Tak jauh di Desa Bedulu adalah Pura Goa Gajah dan Yeh Pulu.

 

arkeo_hal_dalam.jpg

SARKOFAGUS GANDA

 

Gedong Arca tak payah ditemukan karena terletak di pinggir jalan raya. Dari jauh pun sudah terlihat poster gede sarkofagus atau palungan orang Bali menyebutnya. Jadi meski tenar sebagai Gedong Arca tetapi keistimewaan museum adalah koleksi sarkofagus. Koleksi arca malahan sangat sedikit.

Berbatasan dengan kolam di jeroan (halaman dalam), sebuah balai kecil menaungi sarkofagus ganda temuan dari Dusun Sengguan, Gianyar. Disebut sarkofagus ganda karena palungan mengandung lagi palungan kecil berbentuk bulat telur. Isinya tulang-belulang. Tentu ya karena palungan sebenarnya keranda batu. Penguburan dengan palungan di Bali diperkirakan berasal dari zaman perundagian, 2500 tahun lalu.

Beberapa koleksi palungan Gedong Arca berbentuk trapesium dan kura-kura. Sedangkan ragam hiasan berupa topeng berleher panjang (Desa Taman Bali, Bangli), vulva (Ambyarsari, Jembrana), dan wajah manusia dengan lidah terjulur. Hiasan terakhir diduga berfungsi sebagai pelindung almarhum dari gangguan roh-roh jahat. Sedangkan vulva mengindikasikan kepercayaan terhadap inkarnasi (kelahiran kembali) dan harapan akan kelahiran yang lebih baik.

Setiap palungan ditata dengan baik, dikelompokkan menurut lokasi penemuan, dan ditempatkan di balai kecil yang artistik. Palungan ini mengelilingi kolam teratai yang dinaungi bunga jepun (kamboja).

Kamboja pernah diceritakan dalam cerpen Bunga Jepun, '...di dekat sebuah pura kecil, Luh Manik senantiasa memetik bunga jepun, entah oleh siapa, telah tersedia sebatang bambu lengkap dengan kait untuk menggaet bunga. Lalu bunga-bunga jepun berwarna putih itu, setelah digaet, jatuh memutar seperti baling-baling helikopter sebelum menyentuh tanah.'

Bagian ini meninggalkan kesan dalam karena suatu pagi ketika aku berjalan melalui Jalan Sutan Syahrir tiba-tiba saja di depan hidungku biji mahoni bersayap terbang persis seperti dilukiskan Putu Fajar Arcana. Aneh juga ketika momen yang hanya dua-tiga detik itu begitu nyata mengandung keindahan yang penuh.

Hari itu di Gedong Arca, memori biji mahoni dan gugurnya bunga-bunga jepun seperti hendak ingatkan sekali lagi. Tentang fana tapi toh tidak tanpa Tuhan sempurnakan dengan keindahan yang tiada cela.


arkeo_sucikan_hati.jpg

PANDAN DEKAT PADMASANA

Hening palungan, daun-daun dalam kepakan angin, kuncup kamboja bangkit dari tapa jelmakan diri menjadi kembang yang penuh. Nyaris membuatku mengabaikan jika Gedong Arca masih memiliki koleksi lain di Balai Pelindung L di depan Padmasana. Arca Ganesha sang pelindung seni dan ilmu pengetahuan adalah salah satu yang ada di sana.

Di dekat Padmasana seekor tonggeret berdiam dalam damai seakan tahu sedang tiba saatnya dewa-dewa turun ke Bumi. Tak jauh pandan bali tumbuh di tengah memori: sucikanlah hati.

 

 

Tanggal Terbit: 16-01-2010

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.