Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

MUSEUM DEFINITION (ICOM, 2007): A museum is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Pohon Kepel di rumah keluarga Bung Karno, Blitar

 

Museum Prangko Indonesia

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


prangko_merpati.jpg

MUSEUM PRANGKO INDONESIA
JAKARTA

Museum Prangko Indonesia pasti satu dari museum yang siap menyongsong Tahun Kunjungan Museum 2010. Setidaknya, baru-baru ini setelah membayar tiket masuk aku langsung disodori brosur yang artistik. Mungkin karena sudah terbiasa mendapat setelah meminta dengan rasa deg-degan jangan-jangan museum ini tak punya brosur, makanya ketika langsung diberi malah kaget sendiri. Brosur yang bagus. Jarang-jarang di negeri ini menemukan brosur museum dikerjakan dengan serius.

 

prangko_upu.jpg

MONUMEN AROUND THE WORLD

Isi brosur pun tak kalah mengesankan, aneka koleksi museum diperkenalkan dengan baik. Tak begitu menyisakan ruang untukku berkomentar kecuali beberapa hal seperti miniatur Monumen UPU (Universal Postal Union). Aku cukup yakin miniatur ini kerap diabaikan pengunjung karena memang letaknya yang rada mojok.

Around the World atau Monumen UPU aslinya adalah karya perupa Perancis Rene de Saint Marceaux. Terletak di Taman Kleine Schanze, Berne, Swiss. Berukuran 9,6 x 16 meter persegi. Lima perempuan yang kita lihat melalui miniatur monumen merupakan simbol lima benua di dunia. Sementara surat-surat yang diteruskannya menunjukkan universalitas pos.

Memang jasa pos tak terkira bagi banyak orang di dunia.

Sepucuk surat pernah dikirim Alfred Russel Wallace dari Ternate kepada Charles Darwin di Inggris. Surat dikirim pada saat musim hujan di Indonesia (Februari 1858), tiba di tangan Darwin empat bulan kemudian saat musim panas. Surat tersebut sekarang dikenal sebagai Ternate Essay. Dia yang mengukuhkan Wallace sebagai co-author Teori Evolusi.

Berkat jasa pos maka dua tokoh raksasa yang dipisahkan jarak beribu-ribu mil dapat saling berkomunikasi. Arca-arca perempuan Monumen UPU dalam sunyinya ternyata mengandung cerita yang tak terhitung banyaknya tentang korespondensi di dunia.

Figur duduk di Monumen UPU adalah Berna simbol kota kelahiran UPU. Monumen UPU diresmikan pada saat peringatan 125 tahun berdirinya Universal Postal Union di Berne.

 

prangko_mozaik_obama.jpg

MOZAIK PRANGKO OBAMA

Selama di museum aku dihampiri pak satpam dua kali. Pertama, pak satpam menawari jika aku ingin membeli prangko luar negeri. Jawabannya tidak. Kedua kali ditawari jika aku tertarik membuat poster mozaik prangko. Untuk ukuran sebesar foto Bu Tien yang dipasang di museum, harganya enam juta rupiah. Ini lebih tidak lagi jawabannya.

Konon mozaik prangko Barack Obama hendak dijual dengan harga 30 juta.

 

prangko_beringin.jpg

BERINGIN DI HALAMAN MUSEUM

Saat makan siang di anak tangga museum mataku menangkap sebatang pohon beringin raksasa dengan papan keterangan kecil di dekatnya. Usai makan aku menyamperinya. Pohonnya besar ternyata ditanam pada tahun 1985 oleh Perdana Menteri Romania Constantin Dascalescu dan istrinya Elena Dascalescu.

 

prangko_sepeda.jpg

SEPEDA POS

Usai makan aku naik ke lantai dua untuk memotret roset di langit-langit museum. Dari atas terlihat kotak surat dari tahun 1919, bewarna abu-abu dengan lis merah, dan sepeda pos merek Falter buatan Jerman. Di dekatnya sepeda pos yang diceritakan dalam lagu Tukang Pos.

Ketika bayi aku pernah diayun Papa tetapi tetap saja aku melek, menolak tidur. Menurut Mama karena aku mesti dinyanyiin. Papa pun menyanyi tetapi mataku tetap kinclong. Papa pun protes ke Mama. Aha! Baru ketahuan karena Papa mesti menyanyikan lagu Tukang Pos yang ada ‘...kring-kring pos’ itu loh.

Yup! Ini dia sepedanya, hayoo coba kring-kring. Ternyata bunyinya masih nyaring.

 

prangko_interior.jpg

MUSEUM PRANGKO INDONESIA

Ruang pameran museum sangat menyenangkan. Bersih, terang, dan berpendingin ruangan. Memang tak ada bosannya memperhatikan kekayaan negeri ini melalui the silent ambassadors on nasional taste, demikian W.B. Yeats menyebutnya. Hanya sayang, prangko-prangko pameran tidak diletakkan dalam posisi yang memungkinkan pengunjung mengamatinya dengan nyaman.

Jika tidak terpaksa membungkuk maka pengunjung yang ingin memperhatikan prangko dengan lebih baik terpaksa melompati garis pembatas.

 

prangko_arca.jpg

PRANGKO SERI PELITA (1994)

Dari kiri ke kanan, prangko seri pelita di atas menggambarkan arca Prajnaparamita Candi Singhasari, arca Ganesha Candi Banon, arca Dewa Wisnu Candi Banon. Arca-arca ini sekarang disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Dulu Prajnaparamita sempat dibawa ke Belanda tetapi dikembalikan saat Ratu Juliana berkunjung ke Indonesia pada tahun 1978.

Arca Prajnaparamita disebut-sebut Dick van Der Meij sebagai arca paling cantik dari semua arca candi. Sementara ini ada anggapan bahwa sosok yang diwujudkan sebagai Prajnaparamita adalah Ken Dedes, istri Ken Arok raja pertama Singhasari. Namun ada juga ahli yang berpendapat jika Prajnaparamita adalah arca perwujudan Gayatri, salah satu istri Raden Wijaya Raja Majapahit.

Sebenarnya mengasyikkan memperhatikan prangko-prangko dengan bantuan pelajaran sejarah. Dengan kekayaan koleksinya, Museum Prangko Indonesia sungguh bisa dikembangkan sebagai tempat anak-anak sekolah mengenal sejarah maupun mata pelajaran lainnya dengan cara yang lebih memikat. 

 

Tanggal Terbit: 31-03-2010

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.