Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Film 'Night at the Museum' telah meningkatkan kunjungan ke American Museum of Natural History, New York sebanyak 20 persen.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Prangko Indonesia, TMII, Jakarta

 

Museum Satriamandala

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


sm_museum.jpg

MUSEUM SATRIAMANDALA
JAKARTA

Ngapain sih ke musem. Hee, iya-ya ngapain hayoo. Seorang staf museum mengatakan karena museum bisa memberi inspirasi. Ada yang bilang mengisi waktu dengan cara bermutu. Ehm..ehm! Langsung ingat aku pernah ke museum demi killing time saja. Membunuh suntuk kerennya.

Hari yang got stuck banget itu, malas mau ngapa-ngapain *kecuali makan*. Penghujung tahun 2010 yang tanpa rencana *makanya jadi bencana*. Akhirnya ngeloyor aku ke museum di Gatsu karena paling dekat dari kediamanku. Selama bertahun-tahun ini hanya pernah lewat. Waktu udah di taksi kok ya pak supir blank, tak tahu museum dimana. Lewat Balai Kartini (dari arah Plangi) putar balik, depannya banyak pesawat itu loh Pak.

O itu, yang dekat Menara Jamsostek.
Yoo..that's it, Pak.

Baru kali itu aku ke sana. Museum militer sih gimana2 gitu duluan kesannya. Tapi moga2 staf akan cukup charming ^_^

Dengar2 pesawat yang dipiloti Adisucipto ada di sono. Pesawat berbendera merah putih yang pertama terbang di udara Indonesia setelah merdeka. Jadi carilah aku si pesawat yang namanya Cureng. Kitar-kitar satu halaman depan sampai habis tak tersisa sejengkal, ternyata si Cureng tinggal di halaman belakang. Tetanggaan sama pohon munggur yang gede banget. Bingung juga, benar nih pesawat bisa terbang. Ndadak dapat pencerahan, jadi ngerti arti kata nekat..hehe...

Keseluruhan oke2lah musem ini, menarik juga. Anak-anak pasti akan menyukai pesawat2 yang dipajang. Kalo aku terutama menyukai halaman depan belakang yang luas. Langit jadi kelihatan lebih terbentang, lebih biru, dan lebih indah...skies of blue..clouds of white...bright blessed days....what a wonderful world...

 

sm_bk.jpg

RUANG PANJI-PANJI

Jenazah Bung Karno sebelum diberangkatkan ke Blitar pernah disemayamkan di rumah ini. Bertanya ke Pak Siapa waktu itu ada di bagian tiket, aku ditunjukkan Ruang Panji-Panji yang terletak persis setelah pintu masuk sebagai tempat jenazah disemayamkan. Ada kopi teks proklamasi di dindingnya. Heningkan cipta sejenak sebagai penghormatan. Setidaknya ini Presiden yang bikin rakyat punya bangga sebagai bangsa Indonesia dan menjadi orang Indonesia.

Berikutnya berturut-turut adalah Ruang Diorama, Ruang Koleksi Dwitunggal TNI, Ruang Jenderal Besar, Ruang Diorama II, Ruang Foto TNI Potret dalam Era Pembangunan, Ruang Senjata. Kemudian pintu keluar menuju halaman belakang.

 

sm_cureng.jpg

PESAWAT CURENG

Menemukan buku Antonie Dake dan Victor M. Fic dipamerkan diantara koleksi Jenderal Besar H.M. Soeharto. Bukannya buku-buku ini ya yang dimaksud sejarawan LIPI Asvi Warman Adam, 'Reaksi para kolumnis di media massa memang beragam, ada yang bersikap acuh, tetapi lebih banyak lagi yang marah terhadap terbitnya buku-buku yang mendiskreditkan sang proklamator. Kemarahan itu muncul karena buku-buku tersebut ditulis dengan menggunakan sumber yang tidak dapat diandalkan dan sering kali hanya berasal dari keterangan satu orang.'

Lebih lanjut Pak Asvi mengutip John Roosa dosen sejarah Universitas British Columbia, 'Para penerbit kedua buku ini seharusnya menyadari kerusakan yang mereka timbulkan terhadap studi sejarah Indonesia dengan menerbitkan analisis yang begitu tidak bertanggung jawab dan penuh kebohongan mengenai peristiwa 1965. Jika para penerbit memang peduli pada reputasi mereka sendiri, mereka seharusnya meninjau setiap naskah yang masuk secara teliti sebelum diterbitkan.'

 

sm_purbawisesa.jpg

MUSEUM WASPADA PURBAWISESA

Halaman belakang masih ada lagi Museum Waspada Purbawisesa. Langsung menyambut pengunjung di berandanya tulisan, 'Dengan mengunjungi museum ini kita dapat mengambil pelajaran berharga betapa kepentingan politik yang diperjuangkan melalui pemberontakan akan menimbulkan luka yang dalam bagi persada ibu pertiwi.'

Sebagian koleksi yang dipamerkan berkaitan dengan Darul Islam dan Kartosuwiryo. Iya...aku ingat, pernah diceritakan Pram dalam Sekali Peristiwa di Banten Selatan. Setelah gerombolan yang merampas hingga orang2 miskin berhasil ditumpas, penduduk desa bersama pak lurah bangkit membangun waduk, menyemai ikan, membuka ladang; dan pak komandan menyemangati penduduk baik laki-laki maupun perempuan untuk belajar membaca hingga menanam pohon seperti kelapa maupun durian untuk masa depan anak hingga cucu-cucu. Penduduk desa pun menyambut gembira. Mereka semua bangkit, bergandengan tangan....penuh kepercayaan pada hari depan dan pada rahmat kerja.

 

Hayo Indonesia! Singsingkan lengan!
Can we fix it? YES, WE CAN!
:D

 

 

 

Tanggal Terbit: 27-03-2011

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.