Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Dalam masyakarat Dayak tato tidak hanya berfungsi sebagai simbol status sosial ataupun sebagai hiasan. Motif tertentu diyakini memberi kekuatan dan menangkal roh jahat, serta sebagai suluh yang menerangi roh dalam perjalanan ke alam akhirat (Sumber: Museum Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak)

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Radyapustaka, Surakarta

 

Museum Kapal Samudraraksa

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


kapal_foto.jpg

KAPAL BOROBUDUR/SAMUDRARAKSA


The Ra Expeditions mengisahkah ekspedisi mengarungi Samudra Atlantik dengan kapal papirus selama hampir dua purnama. Tak kalah seru dari negeri kita adalah Ekspedisi Samudraraksa. Meluncur dari Jakarta (2002) sebuah kapal tradisional bercadik ganda menuju Ghana, Afrika Barat. Melayari sekaligus Samudra Hindia dan Samudra Atlantik.

Dalam perjalanannya, Kapal Samudraraksa menyinggahi pelabuhan-pelabuhan seperti Seychelles yang terkenal dengan koloni burung-burung laut. Madagaskar negeri asal kembang tapak dara. Sedangkan di Afrika Selatan kapal berlabuh di Richards Bay satu dari pelabuhan terbesar, Durban kota pelabuhan tersibuk, dan Port Elizabeth The Windy City, sebelum akhirnya mencapai Cape Town.

Gandhi yang pernah tinggal di Afrika Selatan selama dua dekade melukiskan kota kelahiran J.M. Coetzee, 'The scenery of Durban is considered very beautiful, but that of Cape Town surpasses it. '

 

kapal_rute.jpg

RUTE EKSPEDISI KAPAL BOROBUDUR

Dari Cape Town kapal mengembangkan layar menuju Samudra Atlantik untuk mencapai Ghana. Samudraraksa menyinggahi Saint Helena, pulau Napoleon diasingkan setelah kekalahannya di Waterloo. Di tengah perjalanan Pak Putu kapten kapal berhasil memancing tenggiri seberat 18 kilogram. The main event of the day, catat pemimpin ekspedisi Philip Beale dalam Ship's Position Report.

Meninggalkan pulau berjarak 2.000 kilometer dari daratan Afrika, kapal berlayar menuju khatulistiwa. Membawa serta kenangan indah kultur yang dihasilkan dari asimilasi damai selama lima abad orang-orang yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia ke Saint Helena.

Accra ibukota Ghana di timur Afrika dicapai tiga pekan kemudian. Sukses dalam tempo setengah tahun menyusuri jalur perdagangan rempah-rempah yang ditempuh pedagang-pedagang Nusantara dahulu kala dengan kapal mereka yang sederhana. Usai menempuh jarak 11.000 mil dengan kecepatan rata-rata lebih dari 5 knot dan total lama di laut 112 hari. Many congratulations! Selamat dan ikut bangga.

Bahwa kapal dilengkapi GPS, telepon satelit, maupun peralatan navigasi modern lainnya, tidak semestinya mengurangi apresiasi kita. Banyak yang telah terlibat dan berusaha keras dalam mewujudkan mimpi yang berangkat dari perjumpaan dengan relief kapal di Candi Borobudur. Setiap orang memberi kontribusi dengan cara masing-masing. Tidak akan pernah menjadi kecil segala usaha serta dukungan dari begitu banyak orang dengan latar belakang kebangsaan dan suku yang berbeda-beda. Kapal Samudraraksa bagiku adalah simbol bahwa bersama kita bisa melahirkan mimpi dan membuatnya menjadi nyata melalui kerja keras.

 

kapal_resepsionis.jpg

BERANI MEMILIKI MIMPI

Sekarang kapal bercadik ganda tersebut dipamerkan di Museum Kapal Samudraraksa. Bagian terdepan museum adalah Ruang Penerimaan. Di sini terdapat sebuah meja batu berhiaskan logo Kapal Borobudur. Replika relief yang menginspirasi kelahiran Kapal Samudraraksa tergantung di dinding belakang meja. Di sisi kanan-kiri terdapat tulisan Menghidupkan Terus Semangat Bahari Warisan Budaya Indonesia dan Mengabadikan Kejayaan Budaya Bahari Bangsa Indonesia.

Jika Anda tidak menemukan petugas di sini, silakan saja masuk melalui pintu di sebelah kiri karena museum tidak memungut biaya, alias gratis.

Dari Ruang Penerimaan pengunjung akan memasuki Galeri Relief-Relief Borobudur terdiri dari foto-foto relief kapal di Candi Borobudur. Berlanjut menuju Galeri Kapal Borobudur dalam Konteks Sejarah dengan koleksi berupa diorama perkembangan bentuk kapal, jalur perdagangan global, penyelamatan kapal karam, rempah-rempah pemicu perdagangan dunia diantaranya pala dan cengkih, mural perahu masa prasejarah seperti lukisan perahu prasejarah di Gua Kabori, Muna, Sulawesi Tenggara.

Galeri Tradisi Budaya Bahari memperlihatkan profil kehidupan bahari, diorama jalur-jalur perdagangan dunia, teknologi kapal tradisional. Koleksi lainnya adalah contoh-contoh simpul tali perahu tradisional serta tali kapal yang terbuat dari serat daun nanas, bambu, ijuk, sabut kelapa.

 

kapal_kapal.jpg

GALERI KAPAL SAMUDRARAKSA

Ruang pamer utama Galeri Kapal Samudraraksa pastilah yang paling menyihir. Apalagi kapal sempat diragukan dapat berlayar dengan baik namun sang pembuat perahu yakin kapal akan menjadi penjelajah yang tangguh karena, 'Dalam filosofi mereka, kapal memang dibuat tidak sempurna agar kapal tetap mempunyai hasrat mencari kesempurnaan melalui kiprahnya di lautan.'

Termangu aku dibuat kalimat ini. Tidak pernah soalnya aku memberikan pertimbangan serius ketika Stein dalam Lord Jim berujar manusia adalah ciptaan yang tidak sempurna. Tapi sekarang aku mulai memikirkannya. Mungkinkah ada benarnya bahwa dunia, Mother-Earth adalah tempat manusia menyempurnakan dirinya sebagaimana kapal sempurnakan adanya karena laut, Mother-Sea.

 

kapal_cadik.jpg

CADIK KAPAL

Kapal Samudraraksa dibuat di Madura oleh almarhum Assad Abdullah dengan menggunakan teknologi tradisional. Panjang kapal lebih dari 18 meter dan memiliki dua layar. Cadik dibuat dari buluh bambu betung. Bambu ini memiliki berbagai kegunaan. Elizabeth Widjaja, peneliti LIPI menyebut buluh betung dimanfaatkan sebagai pilar konstruksi bangunan, mebel, industri sumpit, tusuk gigi, dan kertas.

Aku pernah berjumpa rumpun bambu betung (Dendrocalamus asper) di Kebun Raya Bogor. Mereka tumbuh tak jauh dari makam Belanda. Memang raksasa dia baik dalam ukuran maupun sejarah. Telah ikut mengantar kapal-kapal Nusantara melayari Samudra Hindia menuju Afrika. Saksi nenek moyang kita tidak hanya pelaut tetapi juga pedagang dan penjelajah handal.

...

Sang Kapal lahir dari relief menjadi nyata, mengantar manusia mengarungi dua samudra besar di dunia. Berlayar di bawah terik matahari maupun spektakuler bintang-bintang..blazed with adventure and romance meminjam ekspresi Thor Heyerdahl.

Kini tak ada lagi asin, debur maupun guyuran hujan melainkan hanya sesekali kupu-kupu Tiger Palmfly datang mengucapkan salam. Namun dia adalah entitas yang telah menginkarnasikan dirinya dengan sempurna.

Takzim...

 

Tanggal Terbit: 03-04-2011

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.