Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Hari Museum Internasional diperingati pada tanggal 18 Mei sejak 1977. Tema Hari Museum Internasional 2014 adalah: Museum collections make connections.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Pohon Kepel di rumah keluarga Bung Karno, Blitar

 

Museum Polri

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


polri_museum.jpg

MUSEUM KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Museum Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Museum Polri terletak berseberangan dengan Mabes Polri, tak jauh dari Blok M. Diresmikan oleh Kapolda Bambang Hendarso Danuri pada 29 Juni 2009. Berdiri di depan museum adalah patung Bapak Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu Jenderal Polisi R.S. Soekanto Tjokrodiatmodjo.

 

polri_patung.jpg

PATUNG KEMITRAAN POLISI
(Dolorosa Sinaga, 2009)

Bangunan relatif sederhana dari luar namun museum cukup impresif. Patung Kemitraan Polisi karya Dolorosa Sinaga di lobi Museum Polri memberi sentuhan menawan. Dua diantara figur adalah perempuan membawa gulungan kertas sebagai simbol pengetahuan, laki-laki dengan burung merpati melambangkan polisi mengutamakan perdamaian serta sisi kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

Di belakang patung sebuah penyekat bercat merah dan putih; tercantum Tribrata dan Catur Prasetya. Di atasnya lambang Polri Rastra Sewakottama yang berarti polisi adalah abdi utama nusa dan bangsa. Di bawah adalah daftar nama polisi yang gugur dalam Operasi Trikora, operasi militer di wilayah Polda Aceh, maupun musibah tsunami.

 

polri_bung_karno.jpg

'...JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH'
(SUKARNO, 1966)

Memasuki ruang pameran, pengunjung disambut salah satu ucapan Bung Karno yang terkenal, '...bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya...oleh karena itu jangan sekali-kali melupakan sejarah..'

 

polri_r_koleksi.jpg

RUANG KOLEKSI DAN PERISTIWA

Ruang Koleksi dan Peristiwa menyajikan perangkat teknologi masa lalu yang membantu tugas kepolisian seperti lighter camera, alat penyadap yang disamar sebagai kopor Samsonite, alat deteksi kebohongan, dll. Sedangkan dinding dihiasi aneka foto seperti Presiden Sukarno menginspeksi pasukan polisi di Lapangan Ikada hingga polisi mengangkut sepeda yang dirazia. Tidak dijelaskan mengapa sepeda disita, mungkin belum membayar peneng/plombir.

Ada juga motor patroli merek Harley Davidson dan Zundapp, serta sepeda patroli. Zaman sekarang masih ada kok patroli sepeda. Aceh, Cirebon, Garut, Jombang, Yogyakarta adalah kota-kota polisi bersepeda. Di Jakarta pun aku pernah melihat beberapa sepeda gunung Polygon di pos polisi Bundaran HI. Terpasang papan nama warna biru dengan tulisan putih 'POLISI' di setangnya.

 

polri__r_sejarah.jpg

RUANG SEJARAH POLRI

Ruang Sejarah Polri mengisahkan sejarah polri dari era prakolonial hingga reformasi melalui foto-foto, patung, diorama. Diantaranya diorama Lahirnya Tribata Polisi melukiskan penyerahan Pataka Tribrata Polisi dari Presiden Sukarno kepada Soekanto Tjokrodiatmodjo di Lapangan Banteng pada 1 Juli 1955. Pada hari bersejarah yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Bayangkara tersebut Kepala Kepolisian Negara meneguhkan ikrar Tribrata yang menjadi pedoman moral dan penuntun nurani seluruh anggota Polri.

Sedangkan koleksi senjata yang dipamerkan berupa pistol remington, revolver, senapan AK. Bren Cheko yang dirampas dari Sekutu merupakan jenis senjata yang banyak digunakan saat menghadapi pemberontakan PRRI di Sumatera Barat.

 

polri_pak_hoegeng.jpg

KAPOLDA HOEGENG IMAN SANTOSO
(1968-1971)

Hall of Fame memperkenalkan tokoh-tokoh pemimpin kepolisian Indonesia. Diantaranya Hoegeng Iman Santoso, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (1968-1971) adalah figur yang melekat di hati rakyat Indonesia; bersih dan tak mempan disuap. Hidup yang dijalani beharga, nama baik akan terjaga dan selamanya akan disebut dengan hormat.

 

polri_kids.jpg

KIDS CORNER

Lantai II terdiri dari enam galeri. Kids Corner pasti adalah favorit anak-anak. Ayo coba menjadi detektif cilik atau menjadi polisi cilik dengan seragam yang tersedia. Di bawah bangku masih terdapat buku-buku diantaranya Doraemon. Aku sendiri sempat melahap tiga buku: Enid Blyton, Pesona Dunia Kelelawar, Penemuan Jam Tangan. Baru tahu ternyata ada yang disebut jam air dan jam lilin.

 

polri_labfor.jpg

RUANG LABFOR DAN IDENTIFIKASI

Untuk Anda yang menggemari film-film CSI tentu Ruang Labfor dan Identifikasi adalah daya tarik tersendiri. Ruang ini menyajikan perangkat seperti alat pemindai sidik jari dan TKP Kit Pembunuhan.

Alat peraga milik Badan Narkotika Nasional di Ruang Penegakan Hukum mengenalkan tanaman yang menghasilkan coca, ganja, opium. Bahan aditif ternyata juga bisa dibuat dari pelepah pisang, bunga nusa indah, buah pala. Padahal gedebog kering bermanfaat untuk melapisi keranjang tembakau, bunga memberi indah, dan apa jadinya dunia kuliner tanpa pala. Akhirnya memang kembali kepada manusia bagaimana memanfaatkan kekayaan dunia tumbuh-tumbuhan.

 

polri_gorom.jpg

MONUMEN GOROM

Ruang Kepahlawanan menyajikan Kisah Pertempuran Rumbati, Monumen Gorom, dan sepeda Sukitman. Menurut label museum, 'Sepeda yang digunakan oleh Agen Polisi TKII Sukitman untuk melakukan patroli keamanan. Dengan sepeda inilah Sukitman memergoki gerombolan tentara yang hendak masuk ke rumah Jenderal A.H. Nasution pada tanggal 30 September 1965...' Sedangkan di bagian lain dikisahkan, 'Pada 30 September 1965 di malam hari, Sukitman sedang menjalankan tugas patroli. Tiba-tiba, terdengar suara tembakan diikuti rentetan letusan senjata. Ia bergegas menghampiri sumber suara dengan sepeda kumbangnya...ke arah kediaman Mayor Jenderal D.I. Panjaitan.'

Aku jepret si sepeda dari belalakang. Terlihat merek: Five Rams.

 

polri_baret.jpg

KOLEKSI TOPI BARET

Mengasyikkan juga memperhatikan lambang-lambang kepolisian daerah di Ruang Simbol Kepolisian. Tanpa benar-benar diamati kita tidak akan menemukan jika tiang layar di lambang Polda Kepulauan Riau sebenarnya adalah seligi, yaitu tombak yang tajam di kedua ujungnya, terbuat dari ruyung atau bambu, merupakan jenis senjata yang digunakan oleh Hang Tuah.

Pasti dong pernah melihat Briptu Norman Kamaru menyanyikan Chaiyya Chaiyya. Tapi perhatikan tidak warna topi baretnya. Di Ruang Kesatuan dipamerkan empat topi baret sesuai kesatuan. Baret biru gelap dikenakan Brimob, abu-abu Polair, cokelat Samapta, biru muda Provost.

Lantai III terdapat Ruang Pameran Temporer, Ruang Audiovisual, dan perpustakaan.

 

polri_pameran_temporer.jpg

RUANG PAMERAN TEMPORER

Museum Polri adalah satu diantara museum yang menyenangkan di Indonesia. Di sini pengunjung dapat memahami dunia kepolisian dengan santai serta suasana yang nyaman. Tersedia multimedia interaktif dan terutamanya pendingin ruang bekerja baik.

Selamat berkunjung dan menikmati jelajah Museum Polri.
Cheers!

 

 

Tanggal Terbit: 12-02-2012

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.