Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Prasasti Gajahmada beraksara dan berbahasa Jawa Kuno. Berisi tentang catatan meninggalnya Paduka Bhatara Sang Lumah ri Siwa Buddha, yaitu Raja Kertanegara, pada bulan (masa) Jyestha tahun 1214 Saka, dan peresmian sebuah 'Caitya' oleh Sang Mahamantrimukya Rakryan Mapatih Mpu Mada pada bulan Waisaka tahun 1273 Saka untuk memperingati gugurnya Paduka Bhatara (Museum Nasional, Jakarta).

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Makam Jan Pieterszoon Coen dan Gubernur Jenderal VOC Lainnya
Museum Wayang, Jakarta

 

Balai Penyelamatan Mpu Purwa

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


Mpu_Purwa_megalitik.jpg

ARCA NEOMEGALITIK

 

SEKILAS SEJARAH BERDIRINYA BALAI MPU PURWA

A. Riwayat Pendirian
Balai Penyelamatan adalah suatu tempat untuk menyimpan dan merawat benda-benda koleksi yang mengandung nilai sejarah dan budaya, terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan kota Malang sejak abad VIII M sampai tahun 1950-an.

Rencana untuk membuat balai penyelamatan benda-benda sejarah dan budaya tersebut sebenarnya sudah lama. Sejak tahun 1980-an, Seksi Kebudayaan Depdikbud Kota Malang mengupayakan tempat penampungan benda-benda yang terdiri dari arca-arca batu, karena beberapa hal, usulan untuk membuat tempat tersebut tidak terpenuhi.

Untuk penyelamatan dan keamannya, akhirnya benda-benda tersebut dititipkan di DPU Jalan Halmahera, selanjutnya dititipkan lagi di Taman Rekreasi Senaputera. Tahun 1997 dititipkan di Rumah Makan Cahyaningrat; pada tahun itu juga Seksi Kebudayaan Depdikbud Kota Malang dan Seksi Kebudayaan Dinas P dan K Kota Malang, dengan mengacu kepada Undang-Undang No. 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya, mempunyai rencana untuk membangun balai penyelamatan, namun rencana itupun tidak terealisasi.

Tahun 2000, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan berniat mengumpulkan dalam suatu tempat khusus, semua benda purbakala yang ada di Kota Malang, baik kelompok maupun yang masih tercecer di masing-masing tempat. Oleh karena itu dipilihkan Perpustakaan Umum untuk dipakai sebagian ruangannya. Karena sesuatu hal dan berbagai pertimbangan, maka pada tahun 2001 ditetapkanlah gedung bekas SDN Mojolangu 2 Malang sebagai tempat menampung benda sejarah

B. Nama
Gedung Balai Penyelamatan Benda Purbakala ini dinamakan 'Mpu Purwa'. Nama ini diambil dari seorang tokoh religius masyarakat Jawa Kuno yang hidup sekitar abad XII Masehi di Dewa Panawijen, sebelah timur lereng Gunung Kawi (sekarang Kelurahan Polowijen, Kota Malang).

Dipilihnya Sosok Mpu Purwa mempunyai pertimbangan sebagai berikut:

  1. Mpu Purwa bukankah sosok pendeta agama Buddha biasa, tetapi ia seorang Sthapaka. Sthapaka adalah pendeta yang utama, putus dalam 16 macam ritus pensucian, berkelahiran tinggi, tahu akan arti dan makna kitab suci, mahir dalam ilmu pengetahuannya, bertingkah laku sesuai ajaran kitab suci, dan sebagainya.
  2. Nasehat dan tuahnya dinanti semua orang. Kutukannya pun ditakuti semua orang.
  3. Mpu Purwa adalah sosok pendeta cikal bakal raja-raja besar seperti Kertanegara dari Singasari dan Hayam Wuruk dari Majapahit, sebab anak Mpu Purwa yaitu Ken Dedes adalah sumber keturunan raja-raja tersebut.
  4. Diharapkan Balai Penyelamatan tersebut mampu memberikan sumbangan berupa visual sejarah. Untuk memotivasi nilai-nilai budi pekerti (seperti Mpu Purwa) terhadap masyarakat Kota Malang, khususnya siswa-siswa di sekolah.

C. Bangunan
Bangunan beratap joglo dengan kombinasi pintu anjungan bergaya spanyol. Ruangan besar untuk koleksi; sedang ruang sebelah barat untuk kantor.

Didalam anjungan ada tulisan yang diambil dari bahasa Sanskerta, yaitu: Guna Paramita Acintya Bhakti, yang merupakan sesanti sekaligus tahun sengkala pembangunan Balai Penyelamatan tersebut.

Uraiannya:
Guna: tabiat, sifat, memiliki nilai 3
Paramita: sempurna, luhur, memiliki nilai 0
Acintya: tak terlukiskan, tak terbayangkan, memiliki nilai 0
Bhakti: pengabdian, kesetiaan, memiliki nilai 2

Nilai 3002 jika dijadikan tahun harus dibalik, sehingga didapat angka 2003.
Sesanti yang terkandung dalam sengkala itu adalah: pengabdian yang tulus (tak terbayangkan) merupakan sifat yang luhur.

 

Alamat:
Balai Penyelamatan Mpu Purwa
Jalan Soekarno-Hatta No.210
Malang

Telp. 0341 - 404 515

Jam Kunjungan:
Senin - Kamis 08.30-15.00
Jumat 08.30-14.30

 

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.