Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Museum Olahraga Nasional TMII memiliki koleksi raket badminton yang digunakan Alan Budikusuma dan Susi Susanti saat meraih medali emas di Olimpiade Barcelona, 1992.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Pusat Informasi Majapahit, Trowulan, Jawa Timur

 

Museum Joglo Ciptowening

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


batik_museum.jpg

MUSEUM JOGLO CIPTOWENING
IMOGIRI, YOGYAKARTA

Museum keduaku di tahun 2014 adalah Joglo Ciptowening. Mengapa. Sederhana saja, karena namanya bagus. Jadi pada hari yang tak hujan lagi aku berangkat ke Terminal Giwangan, kemudian berganti bus kecil ke Imogiri. Tiba di Pasar Baru Imogiri, perjalanan dilanjutkan dengan kaki melalui Jalan Makam Raja-Raja menuju museum. Selama ini aku memang mencapai sebagian besar museum dengan kendaraan umum digabung kaki. Dengan demikian mengunjungi museum tetapi tak menambah emisi karbondioksida karena penggunaan kendaraan pribadi.

 

batik_showroom.jpg

GALERI BATIK TULIS

Museum Joglo Ciptowening menempati rumah joglo nan mungil dikelilingi rindang. Terdiri dari dua ruang pameran yaitu Galeri Batik Tulis dan Ruang Koleksi. Galeri Batik Tulis adalah showroom batik tulis hasil karya para pembatik setempat.

Ruang Koleksi menyimpan sejumlah batik yang dipajang maupun dilipat rapi dalam lemari kaca. Menurut staf museum kekhasan batik imogiri terletak pada motif semen rama. Sayangnya, kain batik motif khas tersebut sedang dipinjamkan untuk reproduksi.

 

batik_sawat.jpg

MOTIF SEMEN

Sebagai informasi motif semen adalah suatu kelas pola yang terdiri dari delapan motif utama, terpenting adalah meru (gunung) terbalik, sawat atau sepasang sayap, pohon kehidupan atau bunga teratai, motif arsitektur menggambarkan tempat ibadah dan berteduh (The Glory of Batik, 2011). Sawat adalah lambang burung garuda, kendaraan Dewa Wisnu. Motif ini gampang dikenali karena bentuknya yang so burung membentangkan sayap dengan ekor seperti merak jantan.

 

batik_kelengan.jpg

BATIK KELENGAN

Sejumlah kain batik kelengan bernuansa kebiruan merupakan hasil karya pembatik setempat. Batik kelengan dihiasi bermacam-macam flora dan fauna bahkan binatang laut yang tak lazim dijumpai pada batik yogyakarta halnya kaki seribu. Sebaliknya adalah batik indramayu dari pesisir utara yang diperkaya simbol dari kepercayaan china seperti ikan dan kaki seribu raksasa yang melambangkan berturut-turut kemakmuran dan penangkal nasib buruk.

 

batik_ruang_koleksi.jpg

RUANG KOLEKSI

Jujur saja jika sejak semula aku tidak membayangkan Joglo Ciptowening seperti apa. Apa adanya museum diterima dengan gembira telah berjumpa. Lagipula museum kecil bukannya tak menarik. Koleksi kecil tetap memikat jika masing-masing dapat ditonjolkan keunikannya. Apalagi kain. Dunia sehelai kain adalah kisah yang panjang. Tapi ini loh, betapa ajaibnya menemukan museum yang koleksinya tidak dilabeli sama sekali padahal sudah 10 tahun usianya.

Sedangkan pelabelan dapat dikerjakan misalnya dari sisi motif batik. Sebagai contoh tentang semen rama di Monumen Batik Yogyakarta, 'Diambil dari nama Prabu Rama Wijaya dalam cerita pewayangan Ramayana. Motif Semen Rama menyimbolkan delapan ajaran keutamaan bagi seorang pemimpin atau raja yang dikenal sebagai asta brata (asta: delapan, brata: keutamaan) dan diwejangkan oleh Rama Wijaya kepada Gunawan Wibisana saat akan dinobatkan menjadi raja di Negeri Alengka. Asta Brata terdiri dari Indra (kemakmuran), Yama (adil), Surya (keteguhan hati), Sasi (penerang), Bayu (berbudi luhur), Dana atau Baruna (kesejahteraan), Pasa (berhati lapang), Agni (sakti menumpas angkara murka).'

 

batik_alat_pintal.jpg

ALAT PINTAL

Di Galeri Batik Tulis kutemukan motif kupu tarung di sehelai kain batik patron. Motif ini istimewa karena satu ceritanya pernah aku dengar. Dia adalah motif yang berkibar di bendara kapal-kapal Pati Unus saat berlayar ke utara untuk mengusir Portugis dari Malaka.

Di Galeri Batik Tulis juga terdapat sebuah alat pintal. Mahatma Gandhi memimpin rakyat India membebaskan negerinya dari ketergantungan kepada katun Inggris dengan charkha, alat pintal seperti inilah. Bukankah foto Gandhi berpakaian dhoti yang sederhana dengan sebuah pemintal sangat terkenal sehingga nyaris identik Gandhi dan alat pintalnya. Dia sang pemintal tak hanya memintal benang melainkan nasib bangsanya. Tak lagi bergantung kepada Inggris tetapi membawa bangsanya menuju kemerdekaan; menginspirasi dan menggerakkan India untuk berdikari.

 

batik_srigading.jpg

POHON SRIGADING

Di halaman museum sebatang pohon cempaka sedang dipangkas habis-habisan. Sedangkan di kaki pohon srigading bertebaran bunga-bunganya yang gugur semalam. Srigading dapat digunakan untuk pewarna alami, demikian penjelasan Mbak Lia. Caranya si bunga dicelupkan ke air. Aku mengambil lima kelopak dari tanah dan langsung dicemplungkan ke botol minuman. Bisa kulihat kekagetan kecil di mata Mbak Lia dan Mbak Ning. Sorenya memang air sudah kekuningan.

 

batik_patung.jpg

KOLEKSI PATUNG

Yogyakarta, 11 Januari 2014. Pukul satu lewat ketika aku meninggalkan museum. Tiba di Pasar Baru, pak ojek mengatakan tak ada lagi bus. Aku melangkah keluar dari pasar dan hitchhiking. Sebuah pick-up berhenti, mengangkutku di boks belakang hingga perempatan Terminal Giwangan. Selanjutnya pulang naik bus kota. Setelah beberapa saat melaju terdengar suara santai kernet mengingatkan seseorang di belakangku, 'Penumpang dilarang merokok.' Si penumpang bertanya kenapa. Jawab kernet, 'Prihatin.'

 

Tanggal Terbit: 19-01-2014

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.