Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Ki Hajar Dewantara atau R.M.Suwardi Suryaningrat lahir 2 Mei 1889 di Yogyakarta. Beliau mendirikan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922. Wafat 26 April 1959. Berkat jasanya dalam bidang pendidikan, setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional (Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta).

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Radya Pustaka, Solo

 

Museum Purna Bhakti Pertiwi

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


PBP_Selamat_Datang.jpg

SELAMAT DATANG DI
MUSEUM PURNA BHAKTI PERTIWI
TMII, JAKARTA

Museum Purna Bhakti Pertiwi menyimpan sejumlah besar koleksi ukiran kayu karya seniman Bali dan Jawa Tengah, serta hadiah kenegaraan yang diterima Presiden Soeharto semasa jabatannya, maupun pemberian dari berbagai pihak yang mewakili pribadi, keluarga, suku, perusahaan, instansi dan lain-lain.

Koleksi monumental adalah Kapal Sembilan Naga yang diukir dari sebongkah batu jade seberat 29 ton. Pemberian Keluarga Sudwikatmono dan kawan-kawan pada saat pembukaan Museum Purna Bhakti Pertiwi, 23 Agustus 1993. Peraduan Putri Cina dari batu jade tak kalah menakjubkan dengan ukuran 2,77m X 2,14m X 3,04m (PLT) merupakan pemberian Keluarga Probosutedjo.

 

PBP_Mandela.jpg

HADIAH KENEGARAAN DARI NELSON MANDELA

Diantara segala yang raksasa, serba wah, sebuah papan catur tampak lebih sederhana lagi namun dia adalah cenderamata dari Presiden Nelson Mandela (1997). Seorang manusia yang tegar dan tak menyerah. Dua puluh tujuh tahun dipenjara namun tidak kehilangan kemerdekaan dirinya. Penjara secara fisik mengurungnya tapi tidak jiwanya. Bagaimana dia dapat bertahan sebagai 'manusia bebas' selama itu. Ignas Kleden (Mandela dan Religiositas, Kompas, 13 Januari 2014) mengemukakan, 'Pertama, dia yakin bahwa pihak yang menjebloskannya ke dalam tahanan dapat merampas segala sesuatu yang ada pada dirinya, kecuali pikiran dan hatinya. Kedua, dia berjuang keras mengatasi rasa benci kepada mereka yang menganiayanya. Dia berpendapat, kalau tetap membenci lawan-lawan politiknya, dia akan tertawan sebagai tahanan dalam dendam kesumatnya, sekalipun dia sudah bebas dari penjara.'

 

PBP_Langlang.jpg

LANGLANG BUANA

Sebuah museum dengan koleksi yang kaya raya mencakup berbagai ukiran kayu yang luar biasa. Bahkan aku tidak merasa berlebihan jika mengatakan terbaik dari ukiran kayu di negeri ini dipamerkan Museum Purna Bhakti Pertiwi. Ukiran Rama Tambak di pohon sawa kecik dari Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur; ukiran Penobatan Parikesit dari pohon sonokeling setinggi 3,45 meter; Langlang Buana yang spektakular diukir dari akar pohon karet berusia sekitar 100 tahun, mengisahkan sembilan dewa penguasa sembilan arah mata angin yang disebut Langlang Buana atau Pengider-ider Bumi. Dipamerkan pula ukiran gading motif Ramayana, ukiran marmer, serta aneka ukiran patung kayu seperti Membrayut, Garuda dan Wisnu.

Jika museum memberi ide seperti suram, kusam, debu maka pastikan kita tidak melewati Museum Purna Bhakti Pertiwi, satu diantara yang menawan dengan sejumlah koleksi keramik, kristal, jade, batu mulia, perak, perunggu, marmer, kulit kerang, koleksi lukisan dan kain.

 

PBP_Harimau.jpg

KRI HARIMAU

Satu lagi yang menarik diantara koleksi Museum Purna Bhakti Pertiwi ialah KRI Harimau. Asli kapal perang ini ada di Laut Arafuru saat tenggelamnya Kapal Perang Matjan Tutul yang menewaskan Komodor Laut Josaphat Soedarso.

Tanggal Terbit: 23-02-2014

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.