Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Museum Wayang memiliki koleksi boneka Unyil, Menik, Cuplis, Meilani, Usro, Pak Ogah, Pak Raden, dan anggota keluarga besar 'Boneka Si Unyil' lainnya.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Rumah Kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi

 

Museum Prambanan

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


Prambanan_Surya.jpg

KOLEKSI ARCA
MUSEUM PRAMBANAN

Tentang Museum Prambanan seperti berbicara tentang cinta saja. Karena aku begitu suka memotret arca batu dan arca batu di Museum Prambanan berlimpah ruah. Betahku bisa sungguh panjang jika sudah ke sini. Sekali pernah staf museum bergantian menghampiriku bertanya apakah aku sudah dari pagi bercokol (ini istilahku) di sini. Kalau aku punya banyak waktu masih banyak tempat lain yang bisa dikunjungi. Begitu seorang staf hendak memperkenalkan destinasi wisata lainnya. Bukannya menghargai aku malahan sebel. Orang yang mengajakku bicara saat sedang memotret memang kusebeli. Jadi kuberi laki-laki berkumis klimis itu sebuah intonasi datar bahwa aku memang hanya ingin di museum. Dia tersenyum. Apa karena sudah terbiasa menghadapi orang jelek :D

 

Prambanan_Ganesha.jpg

ARCA GANESHA

Mengapa aku suka memotret arca batu. Menurutku arca batu selalu membuat foto terlihat cantik. Apalagi fotonya gampang. Dia tak kabur seperti kupu-kupu, capung. Lagipula arca batu seperti Ganesha meski gendut tapi fotogenik. Entahlah, sepertinya Dewa Pengetahuan itu tahu saja membuat dirinya selalu begitu cantik di foto. Rasa-rasa dia memang punya pengetahuan itu :D

 

Prambanan_Ruang.jpg

RUANG KOLEKSI I

Museum Prambanan terdiri dari pendapa di bagian tengah, dikelilingi empat ruang koleksi. Ruang Koleksi I memperkenalkan Temuan Wonoboyo seperti Mangkok Ramayana dari awal abad X; Proses Pembuatan Relief; Relief Ramayana di Candi Siwa, Prambanan. Sejumlah koleksi arca batu terdiri dari Siwa, Brahma, Wisnu, Dewi Durga, Agastya ,Ganesha, Nandi; dan diantara koleksi adalah sebuah fosil kepala kerbau dari masa pleistosin. Tak kalah menarik adalah mustaka masjid berukir kepala kala yang rada stilistik dari Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Terbuat dari bahan gerabah dan telah berusia seribu tahun.

Ruang Koleksi II menampilkan Peta Persebaran Situs di Kawasan Prambanan; Detail Arca di Candi Prambanan; Prasasti Jragung beraksara Jawa Kuno; arca batu maupun patung perunggu seperti Ganesha diperkirakan berasal dari abad IX-X. Peta Persebaran menunjukkan keberadaan candi Buddha di sekitar Prambanan yang merupakan kompleks percandian Hindu terbesar di Indonesia; yaitu Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sojiwan. Jadi dahulu kala itu candi-candi berdiri bersama-sama meski arca-arca berbeda. Memori akan rukun yang dimiliki negeri ini meski agama yang dianut tak sama.

 

Prambanan_Garuda.jpg

LAPIK ARCA GARUDA

Koleksi arca Ruang Koleksi III memiliki beberapa benda koleksi yang berkaitan dengan Dewa Wisnu, Sang Pemelihara Alam dari jagat Trimurti. Pertama, arca Wisnu dan Laksmi berdiri di atas lapik teratai. Kedua, arca Ramavatara yaitu inkarnasi Wisnu yang paling terkenal. Ketiga, lapik arca bergambar burung Garuda yaitu wahana atau kendaraan Wisnu.

Bagaimana cerita Garuda menjadi wahana Dewa Wisnu. Dikisahkan ibunda Garuda diperbudak ular-ular yang menuntut air amerta sebagai syarat pembebasan. Cerita panjang jadi akhirnya saja, Garuda berhasil membebaskan sang bunda dengan bantuan Wisnu. Sejak itu Garuda mengabdi kepada Sang Dewa. Demikianlah bagiku Garuda adalah lambang setia kepada janji dan bakti kepada ibu pertiwi.

 

Prambanan_Foto.jpg

CANDI PRAMBANAN, 1923

Ruang Koleksi IV terdiri dari ilustrasi reruntuhan Candi Siwa, Brahma, Wisnu (Kompleks Percandian Prambanan) dahulu kala, foto candi-candi sekitar, dan foto tokoh-tokoh dalam 'kehidupan kembali' Prambanan seperti JW IJzerman orang pertama yang melakukan penggalian di Prambanan, 1885, dan menemukan perigi di bawah lapik arca. NJ Krom yang berpendapat bahwa Prambanan adalah pusat kerajaan yang ramai, '...kita harus membayangkan sibuknya aktivitas dari para penduduk sebuah kota besar di kompleks percandian ini, lengkap dengan segala macam kerajinan, perdagangan dan perniagaan yang berkaitan dengannya.'

Tokoh lain adalah WF Stutterheim, dalam tulisan Susunan relief-relief Rama di Candi Loro Jonggrang dan perlintasan matahari telah mengidentifikasi relief di Candi Siwa (Candi Lorojonggrang) dari Ramayana dibuka dengan adegan Istana Dasaratha hingga penyeberangan.

 

Prambanan_Museum.jpg

MUSEUM PRAMBANAN

Museum Prambanan, 24 Januari 2014. Halaman rumput yang hijau, pohon-pohon, dan arca batu di setiap sisi sungguh pemandangan yang nikmat. Aku tak meminta lebih lagi tapi toh gamelan menyanyikan ada, silir mengalun, cempaka lembut menyapa jiwa. Apalagi kubisa kecuali mempersembahkan doa terima kasih, bersyukur bahwa ada sehari dalam hidup, aku ada di tengah-tengah segala yang kuhargai dan kucintai. Bukankah begitu, Prambanan. Sampai jumpa lagi, kau tahu itu, ialah saat nagasari berbunga di kalbumu yang teduh.

 

 

 

 

 

Tanggal Terbit: 23-03-2014

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.