Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Kartini menulis buku 'Handschrift Japara', mendeskripsikan dengan detail proses pembuatan batik dan segala seluk-beluknya. Sehelai batik karya Kartini disimpan di Museum Nasional, Jakarta. Sangat indah dengan motif bunga anyelir dan kupu-kupu.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Bank Indonesia, Jakarta

 

Museum Negeri Sonobudoyo

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


Sono1_arca.jpg

 

ARCA AVALOKITESVARA, VIII-X MASEHI
KOLEKSI MUSEUM SONOBUDOYO, YOGYAKARTA

 

JEJAK LANGKAH
Kawasan Nol Kilometer Yogya adalah titik kearifan bagi masyarakat Yogyakarta. Belahan kawasan ini dikepung oleh 'magnet' simbol-simbol tradisi yang begitu kuat, terbentuk lewat tempaan kurun waktu yang panjang, salah satu 'magnet' tersebut adalah Museum Sonobudoyo dan kawasan keraton dengan berbagai elemennya. Museum Sonobudoyo sebagai rumah budaya didirikan dengan susah payah di tengah upaya menciptakan kesadaran akan arti pentingnya makna budaya bagi kehidupan manusia. Rumah budaya ini diharapkan mampu menjadi kaca benggala dalam menembus ruang dan waktu berbagai sisi kehidupan, dari fase prasejarah (sebelum manusia mengenal tulisan) hingga fase prasejarah (ketika nenek moyang menciptakan peradaban).

 

SEJARAH
Museum Sonobudoyo dulu adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Yayasan ini berdiri di Surakarta pada tahun 1919 bernama Java Instituut. Dalam keputusan Konggres tahun 1924 Java Instituut akan mendirikan sebuah museum di Yogyakarta. Pada tahun 1929 pengumpulan data kebudayaan dari daerah Jawa, Madura, Bali dan Lombok. Panitia Perencana Pendirian Museum dibentuk pada tahun 1913 dengan anggota antara lain: Ir.Th. Karsten P.H.W. Sitsen, Koeperberg.

 

Bangunan museum menggunakan tanah bekas “Shouten” tanah hadiah dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan ditandai dengan sengkalan candrasengkala “Buta ngrasa estining lata” yaitu tahun 1865 Jawa atau tahun 1934 Masehi. Sedangkan peresmian dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana VIII pada hari Rabu wage pada tanggal 9 Ruwah 1866 Jawa dengan ditandai candra sengkala “Kayu Kinayang Ing Brahmana Budha” yang berarti tahun Jawa atau tepatnya tanggal 6  Nopember 1935 tahun Masehi. Pada masa pendudukan Jepang Museum Sonobudoyo dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran). Di jaman Kemerdekaan kemudian dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang-undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Otonomi Daerah. Museum Sonobudoyo mulai Januari 2001 bergabung pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Perda No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan SK Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember tentang TU – Poksi.

Museum Negeri Sonobudoyo ini tersimpan 10 Jenis Koleksi:
  1. Jenis Koleksi Geologika
  2. Jenis Koleksi Biologika
  3. Jenis Koleksi Etnografika
  4. Jenis Koleksi Arkeologi
  5. Jenis Koleksi Numismatika/Heraldika
  6. Jenis Kolek'si Historika
  7. Jenis Koleksi Filologika
  8. Jenis Koleksi Keramologika
  9. Jenis Koleksi Senirupa
  10. Jenis Koleksi Teknologika

Sumber: (1) http://www.sonobudoyo.com, (2) Brosur 'Museum Sonobudoyo Menembus Tabir Sejarah', 2012

FASILITAS MUSEUM
Perpustakaan
Berisi koleksi naskah-naskah Jawa kuno dan naskah-naskah berbahasa Belanda.

Ruang Laboratorium
Merupakan tempat untuk merawat koleksi benda-benda museum.

Auditorium
Ruangan pertemuan, sarasehan, ceramah, dan rapat

Atraksi Wayang Kulit Durasi Singkat
Acara diselenggarakan setiap hari, kecuali hari libur mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB mengangkat cerita Ramayana.

ALAMAT:
MUSEUM NEGERI SONOBUDOYO
Jalan Trikora No.6
Yogyakarta

Telp. 0274 - 385 664
http://www.sonobudoyo.com/web/tentang/sejarah

JAM KUNJUNGAN:
Selasa - Kamis 08.00-15.30
Jumat 08.00-14.00
Sabtu-Minggu 08.00-15.30
Senin Libur

TIKET:
Dewasa Perorangan/Rombongan Rp 3000/Rp 2500
Anak-anak Perorangan/Rombongan Rp 2500/Rp 2000
Wisatawan Asing Rp 5000
Pagelaran Wayang Kulit Durasi Singkat Rp 20.000

 

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.