Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

MUSEUM DEFINITION (ICOM, 2007): A museum is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta

 

Memorial HM Soeharto

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


KEPADA BUNG FRATER DI TEMANGGUNG


Namaste! Apa kabar, Bung. Samadi kapan terbit lagi. Kemarau sudah sangat panjang. Semua letih. Dari bungur berbunga kemarin sampai sekarang berbunga lagi, hujan tak turun-turun juga. Kecuali waktu pelantikan presiden hujan turun malam harinya. Sekali itu. Barat gak deras tapi Kalasan sampai genang. Mister Kribo udah tumbuh tah. Thanks foto-fotonya. Bagaimana kabar sapi-sapi..udah ada yang dinamai Elel? hehehee...

Akhir pekan yang panjang. Kali ini ngebis ke Jalan Wates. Gini si rute. Turun di Perapatan Pedes di Jalan Wates Km 10 (ada Pos Polsek Sedayu), terus ke utara. Deretan pohon glodogan tua bersebelahan sawah memberi cantik kepada jalan tetapi tidak rindang di tengah hari. Anak-anak pulang sekolah naik sepeda, jalan kaki, sambil menanggung matahari. Otw lintas rel kereta. Jadi naik Taksaka bakal melewati selatan Dusun Kemusuk diantara Stasiun Patukan dan Stasiun Sentolo. Terus saja sampai ketemu mentok lalu nganan. Yooh sampai! Memorial HM Soeharto di Dukuh Kemusuk Lor toh dikelilingi pagar tembok setinggi orang.

 

SH_KUPU.jpg

KUPU@MEMORIAL
YOGYAKARTA

Memorial, patung, relief, ada juga pendapa joglo, musala (meski gak arsitektur jawa), petilasan, patung kerbau, pohon sawo manila. Eit, kupu-kupu raja palem tengger di pigura teras, mungkin habis bertelur di pohon kelapa lalu cari rindang di hari yang panas.

Memorial Soeharto menempati Gedung Atmodisuro di sisi barat pendapa. Sedetik bingung di depan pintu masuk yang tertutup. Mana tombolnya. Wuiih...ada hologram gunungan di pintu, eh buka sendiri. Otomatis rek! Moga gak sempat kelihatan bloonnya tadi. Tiwas pengen tahu lantai interaktif seperti klaim di situs eh ternyata lantai karpet gambar sawah hasil kerjaan benq.

 

SH_BK.jpg

SELASAR A

Pameran ditata lima bagian yaitu Selasar A: Kilas Balik, Selasar B: Serangan Umum 1 Maret 1949, Selasar C: Trikora Mandala, Selasar D: G-30-S PKI & Kesaktian Pancasila, Selasar E: Pembangunan.

Selasar A menampilkan foto-foto tanpa keterangan (unusual bandingin selasar lainnya yang penuh teks), diantaranya foto Bung Karno membacakan teks proklamasi. Tapi dimana Soeharto pada tanggal 17 Agustus 1945 maupun sebelumnya, saat-saat founding fathers berjuang untuk Indonesia merdeka.

Memorial gak cerita dengan jelas. Tiba-tiba saja jreeng di Selasar B, 'Serangan Umum 1 Maret 1949 dipimpin oleh Letkol Soeharto, Komandan Brigade 10 Werkhreise III yang dimulai pada pukul 06.00 pagi (ketika mendengar suara sirene sebagai tanda berakhirnya jam malam) dan berakhir pada pukul 12.00 siang.' Alias peristiwa tiga setengah tahun setelah Indonesia merdeka.

 

SH_SU1MAR.jpg

DIORAMA SERANGAN UMUM

Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah satu dari mata rantai sejarah Indonesia periode Agresi Militer II (19 Desember 1948) hingga Republik Indonesia Serikat (27 Desember 1949). Kala itu Yogyakarta berhasil diduduki selama enam jam walau perjalanan menuju pengakuan kedaulatan masih sepuluh bulan kemudian. Toh sesuai prediksi Jenderal Sudirman sebagaimana dikisahkan Tjokropranolo, ajudan dan kurir yang mengantar surat rahasia Pak Dirman ketika kembali ke markas, 'Atas laporan saya itu, Pak Dirman kelihatan makin cerah dan yakin bahwa tidak lama lagi Belanda akan minta berunding lagi dengan pihak Republik.' Iyaalah, komunikasi antara Sultan HB IX Pak Dirman yang sedang gerilya berlangsung sebelum Serangan Umum. Memangnya sampeyan kira siapa yang gagas Serangan Umum.

 

SH_A.jpg

SELASAR A

Yooh, kembali ke museum. Multimedia di ujung Selasar A menampilkan Katalog Diorama, Memorial HM Soeharto, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Rumah Pribadi Jalan Cendana. Aku pernah loh lewat sana. Ada pohon bodhi guuede di halaman. Kenapa bukan beringin yang di Golkar (walau bodhi sejenis Ficus juga). Bung, seberangnya Bendo si pandai besi sekarang tumbuh sebatang bodhi. Masih kecil di tepi sawah. Daunnya jarang-jarang seperti biasa.

 

SH_D.jpg

SELASAR D

Selasar D! Traraaaa...miscrits (apaaaan)! Bersebelahan dengan potret raksasa Soeharto dipamerkan sejumlah foto yang keterangannya begini: menggambarkan korban keganasan PKI di Madiun tahun 1948. Padahal salah satu foto yakni mayat terkapar berdasarkan sejarawan Harry A. Poeze (Madiun 1948: PKI Bergerak, 2011) adalah, 'Algojo PKI Sipong dieksekusi massa di alun-alun Magetan di atas perancah yang tinggi. Tubuhnya dilempar dari atas perancah, kemudian orang banyak beramai-ramai memberikan tikaman maut.'

Memang kinda strange tentang segala PKI yang menyita porsi terbesar ruang pamer. Soviet sudah bubar, Tiongkok kapitalis. Sini kok masih rame. Move on-lah. Sejarah tak lagi satu sisi. Sekarang ada dokumenter The Act of Killing (Jagal) dan The Look of Silence (Senyap). Buku-buku seperti Menyingkap Dua Hari Tergelap di Tahun 1965: Melihat Peristiwa G30S dari Perspektif Lain (James Luhulima, 2007), Pengakuan Algojo 1965: Investigasi Tempo mengenai Pembantaian 1965 (Tempo,2013), Pram, dll.  Aku kira buku-buku ini tidak ditulis untuk cari kesalahan orang lain. Keinginan bukan luka dan sakit tapi sembuh. Akan mencerahkan jika museum ikut bergerak ke arah jiwa bangsa yang tumbuh menghargai kejujuran.

 

SH_BAN.jpg

SELASAR C

Sori ketinggalan. Selasar C mengisahkan perjuangan merebut Irian Barat dari Belanda melalui operasi militer dan diplomasi. Delegasi Indonesia dipimpin Soebandrio (bukan Adam Malik seperti di Wikipedia). Soebandrio adalah diplomat ulung yang berjuang di forum PBB, menekuk Belanda menandatangani Perjanjian New York. Tak hanya di mata Bung Karno, 'Indonesia selama merdeka ini 20 tahun, belum pernah mempunyai Menteri Luar Negeri yang demikian thorough-nya, artinya tegas, lengkap, cakap, sebagai Soebandrio.' Andrew Roth di obituari (The Guardian, 10 September 2004), 'Subandrio had clearly impressed the Foreign Office during his time as ambassador in London (1950-54). Although a doctor by profession, he showed himself to be knowledgeable and intelligent in international affairs...'

Toh, dia di-PKI-kan dan dipenjarakan selama 29 tahun. Apakah Soebandrio PKI? Atau meminjam Roth,' ...for having been on the wrong side of the cold war.'

 

SH_E.jpg

SELASAR E

Selasar terakhir 'Pembangunan' terbanting banget bandingin empat selasar sebelumnya. Padahal periode terpanjang, 32 tahun Soeharto memimpin Indonesia. Seorang manusia memiliki banyak sisi. Keluarga yang mencintainya membangun museum sebagai kenangan. Mereka yang kehilangan keluarga di masa Orba akan mengingatnya dengan cara berbeda. Lain lagi mereka yang menikmati subsidi bermimpi tentang zaman yang enak itu. Kini kita menanggung beban utang yang dipinjam untuk subsidi dahulu. Penak?

Sampai sini. Ngantuk. Tak menyenangkan dari ngantuk adalah belum sikat gigi.
Daag!

Yogyakarta, 27 Oktober 2014

 

Tanggal Terbit: 23-11-2014

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.