Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Pelayaran orang-orang Makasar dan Bugis mulai abad ke-15 telah mencapai seluruh perairan Nusantara. Gambaran tentang luasnya daerah-daerah yang dikunjungi terlihat dengan jelas pada tulisan tentang hukum laut Amanna Gappa dan peta laut Bugis (Museum Sejarah Nasional, Jakarta).

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Aksara Lontarak, Museum La Galigo, Sulawesi Selatan

 

Museum Sandi

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


Sandi_Museum.jpg

MUSEUM SANDI, YOGYAKARTA

Museum Sandi terletak di kawasan Kotabaru di sisi timur Kali Code, Yogyakarta. Kotabaru dibangun pada tahun-tahun 1920an oleh Belanda dan dinamai Nieuwe Wijk.

Kawasan ini memiliki tiga museum yaitu Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, Museum Rumah Sakit Mata 'Dr Yap', Museum Sandi. Terbaru adalah Museum Sandi yang diresmikan pada Januari 2014. Persamaan ketiga museum ialah semuanya gratis dan menempati bangunan kolonial.

Sandi_Onthel.jpg

REPLIKA SEPEDA ONTHEL

Museum Sandi terdiri dari dua lantai dengan eksibisi yang berkaitan dengan sejarah persandian di Indonesia. Dikelompokkan kedalam Ruang Introduksi, Ruang Agresi Militer I, Ruang Agresi Militer II, Ruang Maket Dukuh di Lantai I. Ruang Merdeka, Ruang Nusantara, Ruang Edukasi, Ruang Tokoh, Ruang Sandi Global di Lantai II.

Dahulu Lantai I diperuntukkan sebagai ruang tamu, dilanjutkan dapur, kamar pembantu, gudang. Sekarang pengunjung dapat menikmati video Sejarah Persandian Dunia di Ruang Introduksi. Menyimak Buku Code C yaitu buku kode pertama yang dimiliki Indonesia dan ragam koleksi di Ruang Agresi Militer I. Mengenal perjuangan gerilya petugas sandi di Ruang Agresi Militer II. Yoo tebak surat rahasia dulu diantar dengan apa. Jreeng...sepeda onthel looh.

Sandi_Maket_Dukuh.jpg

RUANG MAKET DUKUH

Siang jelang dengan matahari musim kemarau. Jadi bisa dibayangkan udaranya tapi didalam museum adem ayem saja. Pendinginnya oke banget. So enjoy saja exhibit berikutnya di Ruang Maket Dukuh ialah replika Rumah Sandi yaitu markas sandiman semasa Agresi Militer II. Sederhana sekali leeh, berdinding bambu, pakainya lampu semprong dan petromaks.

Sandi_CD55.jpg

MESIN SANDI CD-55

Berbicara tentang Swiss, maka dengan segera cokelat, victorinox, arloji mewah, dan Alpen berkitar-kitar di benak. Naah, sekarang tambah satu lagi. Mesin sandi juga digarap Swiss loh seperti CD-55 dengan Vatikan sebagai salah satu pengguna. Aneka mesin sandi lainnya, ada juga yang bentuknya menyerupai mesin ketik atau kalkulator malahan, disuguhkan di Ruang Merdeka. Koleksi lain adalah replika stasiun radio AURI yang menerima perintah pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi pada tahun 1949. Hanya tidak disertakan seperti apa sih sandinya sendiri. Penasaraaan heey.

Ruang Nusantara menampilkan pakaian seragam mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Sandi Negara. Jadi sandi itu ada sekolahnya. Hehe baru tahu. Lulusan Sekolah Sandi kemana saja toh kerjanya. Multimedia di Ruang Edukasi memperkenalkan Profil Museum Sandi, Profil Lembaga Sandi Negara, Sejarah Persandian, hingga Cryptogames. Tapi kalo bacanya sambil berdiri yaah capek juga sih.

Sandi_Ruang_Tokoh.jpg

RUANG TOKOH

Siapa saja tokoh sandi Indonesia. Paling kondang tentunya Bapak Persandian Indonesia. Siapa dia. Seorang dokter loh, yaitu Dokter Roebiono Kertapati. Pada masa itu bertugas sebagai dokter di Kementerian Pertahanan. Beliau ditugaskan Menteri Pertahanan Amir Sjarifuddin untuk membentuk Dinas Code atau Dinas Kamer (sekarang Lembaga Sandi Negara) pada tanggal 4 April 1946. Tujuan untuk mengamankan berita rahasia di negara. Bertempat di Jogja karena ibukota saat itu sudah pindah ke Jogja (4 Januari 1946 sampai 1949 toh).

Ehm! Pernah mendengar nama dr Roebiono di suatu tempat? Yoo, Beliau adalah dokter yang memimpin tim autopsi tujuh jenazah yang ditemukan di sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta, 1965. Diperlukan keberanian dan kekuatan hati untuk mengatakan kebenaran ketika tim dokter menemukan tidak ada tanda-tanda silet atau pencungkilan mata seperti isu yang berhembus kencang kala itu. Tapi kok yah orang-orang percaya itu yang terjadi. Mengapa manusia bisa hanya mendengar, dan percaya. Adakah cara sehingga akal dan budi manusia dapat tumbuh penuh sehingga keberadaannya di dunia merupakan suatu display kearifan yang mengasyikkan.

Sandi_Ruang_SG.jpg

RUANG SANDI GLOBAL

Yaa deh...cerita tentang museum saja. Ruang Sandi Global sesuai namanya memperkenalkan bermacam-macam sistem sandi dari berbagai belahan dunia. Contohnya sandi yang digunakan Julius Caesar dan Panglima Sparta Lysander. Eeh, keren leeh, ada juga sandi yang namanya mirip dressing salad yaitu Sandi Vinegere, bikinan tahun 1553. Tidak sepertinya sangat rumit tapi tidak terpecahkan sampai kemunculan Friedrich Kasiski tiga abad kemudian. Mm..lezatnya Vinegere...

Sandi_Lambang.jpg

Tentunya di museum masih banyak lagi yang menarik. Misalnya lambang bulu dan cabe yang bisa dijumpai di dunia sandi Indonesia, termasuk adanya di lambang Museum Sandi. Begini ternyata, bulu angsa artinya persandian sebagai kegiatan tulis menulis dan kriptologi; dan cabai merah meski kecil tetapi sangat bermanfaat dan pedas itu dimaknai sebagai diperlukannya penanganan khusus.

Lambang museum yang mendapat tambahan Tugu di tengah bulu dan cabe kok yah membuatnya jadi seperti lingga-yoni. Hehe..entahlah. Silakan ditanyakan ketika dolan ke museum.

Sandi_Cardan.jpg

KISI-KISI CARDAN

Akhir kata ada loh sandi di tulisan ini. Terinspirasi Cardan Grille (Kisi-kisi Cardan) yang diciptakan oleh Girolamo Cardano pada pertengahan abad ke-16. Jajal yoh. Kunci atau kisi-kisi ada di Bapak Persandian Indonesia.

Petunjuknya: mikirnya gak usah terlalu berat lan ribet. Pasti bisa ditemukan. Semudah mengeja abc loh. Monggo...


Tanggal Terbit: 26-07-2015

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.