Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Batu nisan van Imhoff, Gubernur Jenderal Belanda yang memberi nama Buitenzorg kepada Bogor, berada di Museum Wayang, Jakarta.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Sandi, Yogyakarta

 

Museum Pendidikan Indonesia

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


MPI_mimeograf.jpg

MIMEOGRAF DARI SOUTHAMPTON

MPI, Juni 2016. Sebuah mesin mimeograf di ruang pamer dengan keterangan: dia dibuat oleh Perusahaan Roneo yang  berkedudukan di 17 Southampton Row 17, London. Southampton? Kenapa nama ini ring a bell. Olaa! Setelah diwiki ternyata dia adalah kota pelabuhan, tempat RMS Titanic bertolak menuju Samudra Atlantik (1912). Titanic adalah tragedi namun Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet sejak 1997, mengubah atau setidaknya mempengaruhi cara kita memandang peristiwa tersebut. Meski Southampton kemudian menjadi samar-samar dengan berlalunya waktu, tapi Titanic adalah legend.

Yaa, begitu saja semua berputar kembali karena sebuah mesin mimeograf atau duplikator stensil dari Southamption. Tapi disini kita tidak memiliki keleluasaan untuk kemana-mana, jadi kembali juga akhirnya kepada: Mimeograf ini merupakan bantuan Unicef untuk Indonesia; semula diterima oleh SMP 1 Yogyakarta. Sekarang mesin pengganda dokumen soal-soal ujian tersebut telah dihibahkan untuk Museum Pendidikan Indonesia. Begitu deh...

 

MPI_Leimena.jpg

JOHANNES LEIMENA
MENTERI PENDIDIKAN, 1966

MPI terletak di kampus Universitas Nasional Yogyakarta. Hanya ‘jarak selenggang’ (meminjam Chairil Anwar), dari Jalan Affandi atau pun Jalan Colombo. Sekilas ya begitu2 saja seperti nasi goreng jawa lah, tapi kalau sudah di lidah, berasa nah nikmatnya. Deretan foto-foto menteri pendidikan sekali pun tidak akan membosankan jika saja kita tahu sesuatu tentang mereka (sebab manusia akan selalu punya cerita; baik dan buruk, dan menurut Confucius, seorang guru di abad V-VI SM: baik adanya untuk diteladani, buruk untuk cermin diri).

Semisal J. Leimena, yang pernah mewakili Indonesia dalam perundingan Linggarjati, dikisahkan Bung Karno, ‘...waktu itu dia bukan diplomat yang profesional, dia hanya seorang dokter pedesaan...Kini, tiba-tiba dia mewakili bangsa yang dicintainya dalam satu delegasi diplomatik. Dia tak punya pakaian selain dua kemeja. Yang satu dia pakai. Satunya lagi sedang dicuci. Untuk menghadiri resepsi resmi dia meminjam dasi dari seorang kawan..,’ dan jasnya juga pinjaman, namun tidak tanpa percaya diri, dia berkata, ‘Jangan kuatir. Aku tidak akan bikin malu negara kita.’

MPI_Ruang_Pamer.jpg

RUANG PAMER

Laman MPI memperkenalkan pembagian ruang koleksi kedalam Ruang Foto Sejarah dan Ruang Kelas, Ruang Tokoh dan Dedikasi, Ruang Media Pembelajaran, Ruang Pendidikan dari Masa ke Masa, Ruang Sejarah Perkembangan UNY; walau konsep ini belum sepenuhnya terealisasi di lapangan.

Koleksi Foto Sejarah menghadirkan puluhan foto hitam-putih mengisahkan sekolah tempo doeloe seperti Sekolah Bumiputera, Sekolah Guru Kristen, Sekolah Kartini, Sekolah Kepandaian Putri, Sekolah Ngaji, Sekolah Rakyat. Tak kurang tentu saja: Kweekschool (Sekolah Guru). Kita tahu Boedi Oetomo lahir di Stovia, tetapi kongres pertama BO diselenggarakan di Yogyakarta loh; persisnya di Kweekschool, sekarang SMA Negeri 11.

MPI_KHD.jpg

RUANG TOKOH DAN DEDIKASI

Ruang Tokoh dan Dedikasi menampilkan Ki Hadjar Dewantara dan Kartini melalui lukisan; yang tentunya tidak akan membantu pengunjung mendapatkan gambaran kontribusi dan pemikiran kedua tokoh terhadap dunia pendidikan. Berada di sebuah museum pendidikan, kian terasa yang pernah ditulis oleh St. Sularto (Willem Iskander, Sang Inspirator, Harian Kompas, 16/11/2015) adalah benar, ‘Nama dan kiprah Willem Iskander (1840-1876) nyaris dilupakan dalam sejarah pendidikan. Padahal, lembaga yang dia dirikan, Kweekschool (Sekolah Guru) Tanobato (1862-1874) di Panyabungan, Sumatera Utara, termasuk tempat pembenihan ide kebangsaan, khususnya terkait peran strategis guru.’

MPI_Ruang_MP.jpg

RUANG MEDIA PEMBELAJARAN

Eksibisi berikut di museum yang diresmikan pada 2008 dengan sengkalan Ngesthi Luhur Kuncara Katon, adalah Ruang Media Pembelajaran. Karena ruang koleksi tidak ditandai, jadi kira2 ruang tersebut adalah tempat ditemukannya mimeograf dari Southampton. Karena di sana juga terdapat bermacam2 alat peraga pelajaran Fisika seperti pengukur massa, sumber tegangan bolak-balik, gerak bidang miring. Mikroskop, episkop (proyektor), aneka mesin ketik, serta fosil kerang yang ditemukan dalam endapan batu gamping oleh mahasiswa Geografi, UNY, di Ketapang, Jawa Timur.

MPI_LEESPLANKJE.jpg

LEESPLANKJE (PAPAN BACA)

Ruang Pendidikan dari Masa ke Masa mungkin adalah ruang yang juga ditempati oleh koleksi foto sejarah dan Diorama Kelas di sisi timur resepsionis. Koleksi masa kolonial berupa sebuah globe, tiga botol tinta warna indigo merek Bach’s Tinten, sebatang pena bulu, dan beberapa leesplankje (papan baca tradisional). Leesplankje adalah alat bantu untuk anak-anak zaman dahulu belajar membaca. Yup, bahasa Belanda lah. Bagi londo2 Negeri Kincir Angin, leesplankje adalah klasik, ada juga yang menyebutnya sebagai, ‘...bagian dari warisan nasional kita.’

 

MPI_Sabak.jpg

SABAK DAN GRIP

Sepeda onthel, sabak (writing slate), kertas merang, rontal, buku-buku pelajaran kurikulum 1968, sebuah Surat Tamat Beladjar Sekolah Rakjat Negeri (1962) adalah memori suatu ketika pendidikan di Indonesia. Sekarang, sabak dari batu metamorfik sudah bermetamorfosis menjadi sabak digital, kertas merang digantikan oleh HVS, dan sekolah rakyat adalah sejarah.

Dahulu dengan sabak dan grip, anak2 mesti mengandalkan daya ingat, dan segala berjalan dengan lambat. Sehari pun rasanya sudah panjang. Sekarang, di era sabak digital, semua serba sekelumit dan sekelebat. Mungkinkah adalah zaman, justru itu manusia semakin kehilangan kemampuan: mengingat dan fokus.

 

Tanggal Terbit: 07-07-2016

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.