Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Museum Zoologi Bogor pernah hendak dipindahkan ke Batavia karena koleksi yang semakin bertambah tak bisa lagi ditampung oleh bangunan pada saat itu.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Aceh Tsunami Museum

 

Museum UGM

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


UGM_Museum.jpg

MUSEUM UGM

Museum UGM, 23/6. Sebuah museum di Yogyakarta mempunyai Ruang Barry, yaitu kamar tidur yang pernah digunakan oleh Barack Obama. Hm...kok bisa. Begini ternyata. Obama kecil pernah tinggal di Jakarta (1967-1971), dan menghabiskan masa liburan sekolah di Yogyakarta. Nah, di rumah dinas Iman Soetiknjo, dosen UGM, inilah Obama kecil menginap.

 

UGM_Ruang_Barry.jpg

RUANG BARRY

Sebuah foto Obama di Ruang Barry, dari cengengesan usilnya kita bisa membayangkan hari-harinya di Yogyakarta, ‘...dihabiskan dengan menjelajah seantero Bulaksumur, memanjat pohon, mencari buah asam, bermain dan bercanda bersama keluarga Sutiknjo...’ 

Dia yang kemudian di usia 48 tahun dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-44 dan tercatat dalam sejarah sebagai presiden AS keempat yang menerima penghargaan Nobel Perdamaian setelah Theodore Roosevelt, Woodrow Wilson, dan Jimmy Carter. Namun yang mengesankan bagiku, Obama adalah presiden Amerika Serikat yang pertama melawat ke Hiroshima (27 Mei 2016). Kita bisa mendengar di Pidato Hiroshima sesuatu yang tak ada di Nobel Lecture (2009), ‘...How easily we learn to justify violence in the name of some higher cause.’ Sesuatu yang ingin didengar orang biasa, ‘...the insistence that every life is precious, the radical and necessary notion that we are part of a single human family...’ Sesuatu yang Little Prince, ‘Ordinary people understand this, I think.’ Etc.

 

UGM_D7.jpg

BULAKSUMUR BLOK D7

Kompleks rumah dinas yang pernah ditempati keluarga Soetiknjo terletak di sebelah timur Boulevard UGM. Rindang dan menyenangkan dengan deretan pohon tua. Beberapa benar-benar sesuai namanya, yakni Jalan Bungur, Jalan Trengguli, Jalan Podocarpus. Nah, di Jalan Bungur inilah berdiri rumah yang pernah ditempati Obama dan sekarang difungsikan sebagai Museum UGM.

Tentu saja bisa dibayangkan jika porsi terbesar Museum UGM berkaitan dengan tokoh-tokoh besar Bulaksumur; diantaranya yang legendaris adalah Sardjito (1889-1970), rektor pertama UGM. Pendidikan kedokteran ditempuh mengikuti jejak Soetomo yaitu Stovia kemudian Universitas Amsterdam.

 

UGM_HJ.jpg

PROFESOR HERMAN JOHANNES

Rektor kedua, Herman Johannes, putra NTT, perintis Fakultas Teknik. Manusia inovatif ‘bak MacGyver’ yang menciptakan granat, detonator, mortir, Tommy Gun etc, dari barang apa pun yang bisa dipakai, sebagai amunisi untuk TKR dan gerilyawan. Setelah Indonesia merdeka, HJ menciptakan tungku hemat energi dengan briket arang biomassa. Tak kalah boo panasnya dengan kompor gas. Thumbs up!

Dosen teknik Hardjoso Prodjopangarso menciptakan aneka teknologi terapan yang merakyat. T. Jacob, dokter yang malang melintang di jagat antropologi. Ahli Indologi, Sukamto, dosen FH dan pendiri Fakultas Filsafalat, ‘Hasil perjuangan yang amat penting adalah penjelasan filosofis atas Pancasila...’

Turut diperkenalkan pula proyek penghijauan di Gunungkidul, produksi sutra unggul dari ulat keket, gameltron, sistem porok untuk mengoptimalkan irigasi, yang merupakan karya para dosen. Tentu tak lengkap tanpa menyebut Peresapan Air Hujan sebagai solusi defisit air yang membuahkan Kalpataru. Sedangkan karya mahasiswa adalah mobil semar, embos tikus, roket Gama. Tanpa disengaja sekali pun, pengunjung tidak akan gagal memperhatikan eksibisi tokoh dan karya didominasi oleh Fakultas Teknik; sehingga tentunya tidak dapat dikatakan representasi yang komprehensif dari Universitas Gadjah Mada dengan 18 fakultasnya.

 

UGM_Sejarah.jpg

SEJARAH UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sejarah UGM dipaparkan secara kronologis (1943-1959); dilengkapi sejumlah foto hitam-putih dan diparalelkan dengan peristiwa bersejarah di tanah air. Bermula dari ketika para cendikiawan Indonesia membicarakan pendirian sebuah universitas di Yogyakarta. Ki Hadjar Dewantara kemudian ditunjuk sebagai ketua panitia sekaligus ketua badan pekerja yang menyiapkan konsep pendirian Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada, cikal bakal Universitas Gajah Mada. Kemudian Sultan HB IX menyediakan ruang kuliah dan kantor di lingkungan keraton, termasuk kemudian menyediakan tanah luas di Bulaksumur untuk membangun prasarana universitas yang memadai.

Artefak yang dipamerkan berupa duaja atau panji yang sering digunakan pada masa awal UGM, logo UGM, trofi Kalpataru, etc. Pengunjung juga akan menemukan penjelasan tentang Kantor Pusat UGM sebagai suatu saujana budaya (cultural landscape) dan lima belas watak luhur Mahapatih Gadjah Mada berdasarkan Kakawin Negarakrtagama menurut penelitian Mohammad Yamin. 

 

UGM_Sapta_Resi.jpg

SAPTA RESI

Senin, 27/6. Hari yang niat banget. Pergi melihat pohon bodhi dan pohon cemara gunung di Balairung (Kantor Pusat UGM). Mereka yang menurut keterangan di Museum UGM, ‘Pohon Bodhi melambangkan UGM sebagai tempat pencerahan,’ sedangkan ‘Cemara Tujuh melambangkan Sapta Resi, tokoh-tokoh yang memberikan pencerahan.’

 

UGM_FKT.jpg

FAKULTAS KEHUTANAN

Minggu, 3/7. Hari ini jalan-jalan ke Fakultas Kehutanan yang dikelilingi pohon meranti merah yang usianya lebih tua dari seratus dua puluh bulan. Yoh, Jokowi dulu kuliah di sini. Museum UGM mendedikasikan sebuah Ruang Barry, tapi tidak ada Ruang Jokowi. Kita memiliki sebuah ruang untuk presiden di negeri sejarak 15ribu kilometer, tapi tidak untuk alumninya yang sekarang adalah presiden di depan mata sendiri. Atau, beginian hanya menunjukkan belum waktunya Jokowi dimuseumkan ^_^

Rabu, 6/7. Nonton Obama di Nobel Lecture. And menangkap beberapa kata seperti ‘war’ dan ‘battle’, yoh pasti dapatnya dari Naruto atau Minecraft. Obama dan Jokowi mukanya mirip, komentar And. Dua-dua sama lahirnya tahun 61, aku tambahin. Lanjut nonton Pidato Hiroshima. Itu siapa, tanya And. Pak Abe, Perdana Menteri Jepang. And: Hiroshima itu nama orang atau apa. Kota yang dijatuhkan bom atom, membunuh lebih dari seratus ribu orang oleh Amerika Serikat pada tahun 1945, aku bilang. Kalau gitu Obama gak salah, komentar And yang naik ke kelas tiga tahun ini. Tapi dia Presiden Amerika, menurutku. Obama waktu baru jadi presiden rambutnya masih hitam (di Nobel Lecture, 2009), sekarang udah banyak putihnya (Pidato Hiroshima, 2016), gantian komentar. And, ‘Kenapa-e.’ Karena sebagai Presiden Amerika sering harus membuat keputusan sulit, aku jawab setelah dua detik kemudian.

 

Posting selanjutnya: Minggu, 14 Agustus 2016

Tanggal Terbit: 08-07-2016

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.